Dosen Psikologi Unkhair Gelar Psikoedukasi Seksual di SRMP 26 Ternate
- 08 Agt 2026 18:15 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Dosen Program Studi Psikologi bersama mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi bertema “Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Perlindungan Diri melalui Psikoedukasi Seksual” kepada siswa SRMP 26 Ternate, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIT tersebut dilaksanakan oleh Novi Elisadevi, M.Psi., Psikolog dan Irma Dasi, S.Psi., M.A., yang merupakan dosen Program Studi Psikologi, bersama empat orang mahasiswa yang terdiri atas dua mahasiswa Program Studi Kedokteran dan dua mahasiswa Program Studi Psikologi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai perlindungan diri, khususnya dalam menghadapi berbagai situasi yang berkaitan dengan keamanan diri dan kenyamanan dalam berinteraksi sosial. Materi disampaikan dengan pendekatan psikoedukatif yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.
Materi psikoedukasi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai batasan diri (personal boundaries), bagian tubuh yang bersifat pribadi, hak siswa untuk mengatakan tidak terhadap sentuhan atau perlakuan yang membuat mereka tidak nyaman, serta kemampuan mengenali perilaku yang sesuai maupun tidak sesuai dengan batasan diri. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga privasi diri, termasuk dalam penggunaan media digital dan komunikasi melalui media sosial.

Selain itu, siswa diajak mengenali berbagai bentuk situasi yang dapat mengganggu rasa aman dan nyaman, baik yang dapat terjadi secara langsung maupun melalui ruang digital. Materi juga menekankan pentingnya tidak menyalahkan diri sendiri ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan serta pentingnya segera mencari bantuan dari orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi kondisi yang membuat mereka merasa tidak aman.
Dalam konteks perlindungan diri di ruang digital, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga informasi dan dokumentasi pribadi, berhati-hati dalam berkomunikasi dengan orang lain melalui media sosial, serta memahami risiko ketika seseorang meminta foto atau informasi pribadi yang bersifat sensitif. Siswa juga diarahkan untuk tidak memenuhi tekanan, ancaman, atau paksaan yang membuat mereka melakukan sesuatu yang tidak mereka kehendaki.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan diskusi interaktif dan permainan edukasi. Pendekatan tersebut digunakan agar siswa dapat memahami materi secara lebih mudah sekaligus terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.
Siswa SRMP 26 Ternate menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan. Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti permainan edukasi, memberikan respons, serta terlibat dalam sesi diskusi. Interaksi yang berlangsung secara aktif membuat kegiatan berjalan dengan lancar dan terkendali.
Pihak sekolah juga menunjukkan dukungan dan kerja sama yang sangat baik selama pelaksanaan kegiatan. Pihak sekolah bersikap kooperatif dalam membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan, sehingga seluruh rangkaian sosialisasi dapat berlangsung sesuai dengan rencana.
Setelah kegiatan berlangsung, guru dan siswa memberikan respons yang positif terhadap materi dan metode penyampaian yang digunakan. Materi dinilai sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan pembelajaran siswa, terutama karena membahas keterampilan perlindungan diri yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa juga menunjukkan ketertarikan terhadap pembahasan yang berkaitan dengan batasan diri, keamanan dalam berinteraksi, serta perlindungan diri di lingkungan digital. Sementara itu, keterlibatan siswa dalam diskusi dan permainan menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dapat membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih terbuka dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, tim PKM berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai perlindungan diri, tetapi juga memiliki sikap yang lebih tepat dalam mengenali situasi yang berpotensi mengganggu rasa aman serta memahami langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga diri dan mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman.
Kegiatan psikoedukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Program Studi Psikologi dalam memberikan edukasi yang relevan bagi remaja, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman dan mendukung perkembangan siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....