“Jadilah Mercusuar di Pulau Terluar”, Pesan Menyentuh Penutupan Latsar CASN Malut

  • 01 Agt 2026 06:11 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Golongan II dan III di Asrama Haji Maluku Utara, Jumat 31 Juli 2926 malam, berlangsung berbeda dari biasanya. Alih-alih menyampaikan pidato formal, Staf Ahli Gubernur Maluku Utara, Fachruddin Tukuboya, memilih menutup kegiatan dengan sebuah kisah sederhana tentang mercusuar di pulau terluar yang sarat makna pengabdian seorang ASN.

Di hadapan para peserta Latsar, Fachruddin mengisahkan seorang ASN muda yang ditempatkan di sebuah puskesmas di pulau terluar Maluku Utara. Dengan keterbatasan listrik yang hanya menyala enam jam sehari, sinyal telekomunikasi yang sulit, serta kapal yang datang dua pekan sekali, ASN tersebut sempat mempertanyakan penempatannya.

Namun, Kepala Puskesmas setempat mengajarkan filosofi yang kemudian mengubah cara pandangnya.

“Tugasmu bukan dilihat. Tugasmu adalah menjadi cahaya agar orang lain tidak tersesat,” kata Kepala Puskesmas dalam kisah yang disampaikan Fachruddin.

Menurut cerita itu, lima tahun kemudian puskesmas tersebut berkembang menjadi rujukan bagi tiga desa. Angka stunting menurun, sementara ibu hamil tak lagi harus melahirkan di atas perahu akibat minimnya akses layanan kesehatan. Warga pun mengenang ASN muda tersebut sebagai sosok yang menghadirkan harapan di wilayah terpencil.

Fachruddin menegaskan, kisah tersebut merupakan gambaran nyata tentang makna pengabdian seorang aparatur negara yang bekerja tanpa menuntut sorotan.

Ia mengingatkan para peserta Latsar bahwa setelah menyelesaikan pendidikan dasar sebagai ASN, tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika mereka kembali ke unit kerja masing-masing, termasuk di daerah-daerah yang masih memiliki berbagai keterbatasan.

Menurutnya, seorang ASN harus memegang empat prinsip utama layaknya mercusuar. Pertama, meski tidak selalu terlihat, keberadaan ASN sangat dibutuhkan masyarakat. Kedua, pelayanan publik harus menghadirkan kehangatan, bukan sekadar menjalankan prosedur administratif. Ketiga, disiplin dan kompetensi harus terus dijaga setiap hari tanpa menunggu adanya masalah. Keempat, ukuran keberhasilan ASN bukan semata jabatan atau pangkat, melainkan manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.

“Tidak apa-apa jika ditempatkan di balik meja pelayanan, di kecamatan terpencil, atau di unit yang jarang mendapat perhatian. Dunia tidak membutuhkan kita menjadi sorotan, tetapi menjadi cahaya bagi masyarakat,” ujar Fachruddin.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai dasar ASN BerAKHLAK dan semangat bela negara harus diwujudkan dalam pelayanan sehari-hari, mulai dari memberikan layanan yang ramah, bekerja disiplin, hingga menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Menutup sambutannya, Fachruddin menyampaikan bahwa Maluku Utara membutuhkan ribuan ASN yang mampu menjadi “mercusuar” di berbagai wilayah pelayanan.

“Mulai besok, lencana ASN di dada kalian bukan hanya simbol. Itu adalah saklar mercusuar. Di mana pun kalian ditempatkan, teruslah menyala. Maluku Utara hari ini membutuhkan ribuan mercusuar, dan kalian adalah mercusuar-mercusuar baru itu,” ucap Fachruddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....