Antusiasme Serta Keluhan Pengunjung Mewarnai Gelaran Pasar Akhir Pekan
- 13 Jul 2026 08:26 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Aktivitas pasar akhir pekan di kawasan CFD (Car Free Day) Ternate terpantau ramai oleh masyarakat yang berburu kuliner dan barang hobi. Kendati menghadirkan keuntungan bagi para pedagang, kegiatan ini masih menyisakan sejumlah catatan keluhan, baik dari kalangan penjual maupun pengunjung.
Salah satu pedagang mochi, Izi, mengatakan bahwa usahanya yang telah dirintis sejak akhir tahun 2023 tersebut selalu diminati warga. Seluruh varian mochi miliknya, mulai dari harga Rp5.000 hingga Rp15.000 per buah, rata-rata selalu habis terjual. Dari usaha mandiri yang dikelola bersama ibunya. Izi mampu meraup omzet hingga dua kali lipat dari modal awal sekitar Rp1.000.000 khusus pada hari Minggu. Meski demikian, ia berharap sistem pengaturan lapak dapat diperjelas oleh pengelola.
| Baca juga: Machmud Esa Serap Aspirasi Warga Dufa-Dufa |
"Kemarin sempat ada perebutan tempat antar pedagang karena lapak di sini bebas dan tanpa sewa. Kami berharap ke depan ada nomor lapak yang ditetapkan agar tidak ada lagi perselisihan," ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu, 12 Juli 2026.
Senada dengan Izi, pedagang action figure, Franky, yang sudah berjualan sejak 2023, juga mengeluhkan kendala alam berupa angin kencang yang kerap menghempas barang dagangan plastiknya. Selain faktor alam, Franky menuturkan bahwa pembukaan pagar pembatas jalan yang terlalu cepat pada pukul 09.00 WIT cukup mengganggu kenyamanan.
Menurutnya, kendaraan yang lalu lalang sebelum acara benar-benar selesai membuat pejalan kaki terganggu, padahal para pedagang biasanya baru mengemas dagangan mereka pada pukul 12.00 WIT.
Di sisi lain, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh Santi, seorang pengunjung yang rutin menyambangi area pasar tersebut. Ia menilai bahwa kuliner yang dijajakan di area pasar sangat memuaskan dan sepadan dengan harga yang ditawarkan.
Santi mengaku telah menghabiskan uang sebesar Rp75.000 untuk membeli kimbab, roti lapis (Sandwich), dan kue keju. Namun, ia menyayangkan minimnya fasilitas toilet umum di sekitar lokasi acara.
Sementara itu, pengunjung lainnya, Bagas, yang rutin berolahraga dan berburu kuliner berbahan buah setiap hari Minggu, menduga kenyamanan pengunjung akan jauh lebih baik jika kebersihan dan tata letak pasar terus ditingkatkan.
“Saya menghabiskan anggaran sekitar Rp200.000 untuk belanjaan akhir pekannya ini, Saya juga tidak mempermasalahkan kondisi pasar yang padat, asalkan seluruh lapak tetap tertata dengan rapi,” ucapnya mengakhiri. (Mahasiswa PPL IAIN Ternate / Herlina dan Hikmah).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....