Kinerja Ekspor Maluku Utara Januari-Mei Meningkat 17,3 Persen

  • 08 Jul 2026 14:01 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Kinerja ekspor Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat nilai ekspor daerah pada periode Januari hingga Mei 2026 mencapai sekitar US$6,88 miliar, meningkat 17,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan masih kuatnya permintaan pasar internasional terhadap komoditas unggulan Maluku Utara. Terutama dari sektor pertambangan dan industri pengolahan logam.

"Secara kumulatif, nilai ekspor Maluku Utara selama Januari sampai Mei 2026 mengalami pertumbuhan yang cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri daerah masih berada pada jalur yang positif," ujar Harim, Rabu, 8 Juli 2026.

Pada Mei 2026 saja, nilai ekspor Maluku Utara mencapai sekitar US$1,65 miliar, atau meningkat 10,7 persen dibandingkan Mei 2025. Capaian tersebut turut memperkuat tren pertumbuhan ekspor daerah dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan kelompok komoditas, besi dan baja masih menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan nilai sekitar US$3,62 miliar. Posisi berikutnya ditempati nikel senilai US$2,52 miliar, disusul bahan kimia anorganik sekitar US$388 juta. Ketiga komoditas tersebut menyumbang hampir 95 persen dari total ekspor Maluku Utara selama lima bulan pertama tahun ini.

Sementara itu, dari sisi pertumbuhan nilai ekspor, komoditas nikel mencatat kenaikan terbesar dengan tambahan nilai sekitar US$744 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun secara persentase, bahan kimia anorganik mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 70,6 persen.

Harim juga menjelaskan bahwa Tiongkok masih menjadi tujuan utama ekspor Maluku Utara. Selama Januari hingga Mei 2026, nilai ekspor ke negara tersebut mencapai sekitar US$6,39 miliar, atau mendominasi hampir seluruh aktivitas ekspor daerah.

Selain melalui pelabuhan di Maluku Utara, sebagian barang ekspor juga dikirim melalui pelabuhan di provinsi lain. Nilainya mencapai sekitar US$396 juta, atau sekitar 5,4 persen dari total ekspor. Sebagian besar di antaranya diberangkatkan melalui pelabuhan di DKI Jakarta, dengan nilai sekitar US$387 juta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....