POPDA XII 2026 Resmi Dibuka, Wagub Sarbin Tekankan Sportivitas

  • 07 Jul 2026 14:53 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, resmi membuka Pekan Olahraga Pendidikan Daerah (POPDA) XII Maluku Utara di Stadion Bangsaha, Pulau Morotai, Selasa 7 Juli 2026. Ajang olahraga pelajar terbesar di provinsi tersebut diikuti 1.143 peserta dari 10 kabupaten/kota.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Wakil Gubernur yang didampingi Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, Bupati Piet Hein Babua, Wakil Bupati Pulau Morotai, serta Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku Utara Haryadi Ahmad.

Sebanyak 1.143 orang ambil bagian dalam POPDA XII, terdiri atas 875 atlet, 129 pelatih, dan 139 ofisial yang akan bertanding pada berbagai cabang olahraga selama penyelenggaraan di Pulau Morotai.

Dalam sambutannya, Sarbin Sehe mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai beserta masyarakat yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan POPDA XII. Ia menilai keberhasilan sebuah ajang olahraga tidak hanya ditentukan oleh prestasi atlet, tetapi juga oleh kualitas penyelenggaraan dan semangat sportivitas seluruh pihak.

Wakil Gubernur secara khusus mengajak masyarakat, atlet, ofisial, dan seluruh peserta menghormati keputusan dewan hakim dan juri selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, keputusan yang diambil perangkat pertandingan merupakan bagian dari kewenangan yang harus dihargai demi menjaga marwah kompetisi.

“Apapun keputusan dewan juri dan dewan hakim menjadi keputusan penting bagi kita. Maka mari kita hargai dan kita hormati,” kata Sarbin.

Suasana pembukaan POPDA XII Maluku Utara 2026. (Foto: RRI/Yudi).

Ia mengakui protes terhadap keputusan wasit masih kerap terjadi dalam berbagai pertandingan olahraga. Karena itu, pemerintah meminta seluruh dewan hakim dan juri menjunjung tinggi profesionalitas, kejujuran, serta sportivitas agar setiap pertandingan berlangsung adil dan bermartabat.

“Kepada para wasit, saya menitipkan satu hal. Seluruh pertandingan akan berwibawa ketika dewan hakim dan juri menegakkan kejujuran, profesionalitas, dan sportivitas. Dengan begitu, martabat pertandingan akan tetap berdiri tegak,” ujarnya.

Sarbin juga mengingatkan para atlet agar menjadikan pertandingan sebagai ajang mempererat persaudaraan antardaerah. Menurutnya, rivalitas hanya terjadi selama pertandingan, sedangkan setelah kompetisi seluruh peserta tetap merupakan bagian dari keluarga besar Maluku Utara dan bangsa Indonesia.

Wakil Gubernur bersama Bupati, Wakil Bupati, Ketua Panitia, Anggota DPRD Malut serta Morotai.(Foto: RRI/Yudi).

Ia menegaskan semangat persaudaraan yang dikenal melalui falsafah “Mari Moi Ngone Futuru” harus terus dijaga selama pelaksanaan POPDA. Para atlet didorong untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan sekaligus menghargai lawan tanding, sehingga nilai persatuan, sportivitas, dan kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kompetisi olahraga pelajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....