Menteri Agama RI Menerima Penganugerahan Tokoh Penggerak Literasi

  • 07 Jul 2026 07:10 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menerima Penganugerahan Tokoh Penggerak Literasi Ekoteologi Indonesia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) bersama Agen Literasi Indonesia (Komunitas Belajar Rumah Pendidikan Kemendikdasmen) dalam Festival Gerakan Literasi Madrasah (GALATAMA) yang diprogramkan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara. Penghargaan yang diterima pada Senin, 6 juli 2026 menjadi bentuk apresiasi atas kiprah Menteri Agama dalam mengarusutamakan gerakan literasi yang berpadu dengan nilai-nilai ekoteologi.

Melalui gerakan literasi, konsep tersebut terus didorong sebagai sarana membangun karakter generasi muda, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan pelestarian alam.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, ekoteologi bukan lagi sekadar gagasan yang berkembang di tingkat nasional, tetapi telah mendapat perhatian dunia internasional. Indonesia kini menjadi salah satu rujukan dalam pengembangan konsep hubungan harmonis antara agama dan lingkungan hidup melalui pendekatan ekoteologi.

“Bahkan konsep ekoteologi yang kita kembangkan telah kami presentasikan kepada Paus sebagai bagian dari ikhtiar membangun kepedulian global terhadap lingkungan berbasis nilai-nilai agama. Ini menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan di Indonesia mendapat perhatian dunia," ungkap Nasaruddin.

Penganugerahan Tokoh Penggerak Literasi Ekoteologi Indonesia pada pembukaan GALATAMA II menjadi momentum penting yang menegaskan bahwa gerakan literasi madrasah kini berkembang melampaui budaya membaca. Literasi diposisikan sebagai instrumen strategis untuk membangun peradaban, memperkuat karakter bangsa, sekaligus mengantarkan gagasan ekoteologi Indonesia semakin dikenal dan memberikan inspirasi di tingkat global.

Gerakan Literasi Madrasah diharapkan tidak hanya melahirkan peserta didik yang gemar membaca dan menulis, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Semangat ini dapat terus ditumbuhkan melalui madrasah sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....