Pendapatan Malut Tunjukkan Tren Positif, Pajak Daerah Tembus 75 Persen
- 06 Jul 2026 16:26 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Kinerja pendapatan Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada semester pertama 2026 menunjukkan tren positif. Hingga 30 Juni 2026, realisasi Pendapatan Daerah telah mencapai Rp1,432 triliun atau 51,21 persen dari target APBD sebesar Rp2,796 triliun. Capaian tersebut dinilai menjadi modal yang baik untuk mengejar target pendapatan hingga akhir tahun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maluku Utara, Zainab Alting, mengatakan fluktuasi penerimaan setiap bulan merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi jadwal penyaluran Pendapatan Transfer dari pemerintah pusat. Meski demikian, secara keseluruhan realisasi pendapatan pada semester pertama masih berada pada jalur yang positif.
“Realisasi pendapatan daerah sampai akhir Juni telah mencapai Rp1,432 triliun atau 51,21 persen dari target sebesar Rp2,796 triliun. Pola penerimaan memang masih berfluktuasi karena dipengaruhi jadwal penyaluran Pendapatan Transfer, namun secara umum capaian semester pertama masih berada pada jalur yang positif menuju target akhir tahun,” ujar Zainab kepada rri.co.id, Senin 6 Juli 2026.
Dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah provinsi juga mencatat perkembangan yang menggembirakan. Hingga Juni 2026, PAD telah terealisasi sebesar Rp796,14 miliar atau 68,30 persen dari target tahunan sebesar Rp1,165 triliun. Kontributor terbesar PAD masih berasal dari penerimaan pajak daerah.
Menurut Zainab, realisasi pajak daerah mencapai Rp716,82 miliar atau 74,98 persen dari target Rp956 miliar. Meski penerimaan mengalami fluktuasi dari bulan ke bulan, tren yang terbentuk menunjukkan kinerja pemungutan pajak tetap terjaga dan menjadi penyumbang terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah.
“Realisasi Pajak Daerah hingga Juni telah mencapai Rp716,82 miliar atau hampir 75 persen dari target tahunan. Ini menunjukkan kinerja penerimaan pajak tetap baik dan menjadi kontributor utama terhadap PAD,” katanya.
| Baca juga: SMANLI Cup III Tahun 2026 Resmi Digelar |
Berdasarkan komposisi pendapatan, Pendapatan Transfer masih menjadi sumber penerimaan terbesar bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Namun, tren peningkatan PAD dinilai menunjukkan semakin menguatnya kemampuan daerah dalam menggali sumber-sumber pendapatan sendiri.
Zainab menegaskan, peningkatan kontribusi PAD merupakan indikator penting dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan terus mengoptimalkan potensi pendapatan, terutama melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak dan penguatan pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah.
“Pendapatan Transfer masih menjadi penyumbang terbesar, tetapi PAD terus menunjukkan tren peningkatan dari bulan ke bulan. Hal ini mencerminkan bahwa upaya meningkatkan kemandirian fiskal daerah mulai menunjukkan hasil yang positif,” ujar Zainab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....