Paskibraka Ternate Jalani Pradiklat menuju Upacara Kemerdekaan 2026
- 03 Jul 2026 08:51 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate–Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Ternate Tahun 2026 telah menjalani tahapan pra pendidikan dan pelatihan (pradiklat) setelah dinyatakan lolos seleksi. Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan sebelum pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) menjelang upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebelumnya, telah mengumumkan hasil seleksi pada Juni lalu. Sebanyak 62 peserta dinyatakan lolos dan akan bertugas pada tingkat Kota Ternate. Pradiklat berlangsung sejak 26 Juni hingga 5 Agustus 2026. Latihan dipusatkan di dua lokasi, yakni halaman Gudang Bulog Moya dan Lapangan Ngara Lamo, Salero Kota Ternate. Sementara itu, pendidikan, pelatihan, dan karantina peserta direncanakan berlangsung selama 10 hari di Hotel Boulevard.
Pada seleksi tingkat nasional, Haikal Kadafi La Ode, siswa SMA Negeri 4 Kota Ternate, berhasil lolos sebagai anggota Paskibraka Tingkat Nasional dan akan mewakili Provinsi Maluku Utara pada pelaksanaan tugas kenegaraan tahun 2026. Selain itu, empat peserta lainnya berhasil lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat provinsi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ternate, Nuryadin Rachman, mengatakan selama pradiklat peserta tidak hanya menjalani latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), tetapi juga mendapatkan pembinaan mental, disiplin, fisik, serta berbagai materi pendukung.
"Selain latihan PBB, mereka juga dibina mental dan disiplin, latihan fisik, serta menerima materi dari TNI, Polri, literasi digital hingga pembekalan dari Densus 88. Semua itu merupakan bagian dari pembentukan karakter yang wajib diikuti," ujar Nuryadin, 3 Juli 2026.
Nuryadin yang juga sebagai Sekretaris Panitia Daerah Pembentukan Paskibraka Kota Ternate menjelaskan, pembinaan tersebut bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya mampu menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, nasionalisme, serta karakter yang kuat sebagai calon pemimpin bangsa.
Menurut Nuryadin, pada tahap diklat peserta akan lebih difokuskan pada latihan teknis di lapangan yang direncanakan dimulai pada 15 Juli di Lapangan Salero sebagai persiapan petugas pengibar dan penurun bendera.
Penentuan petugas pengibar maupun penurun bendera, lanjutnya, sepenuhnya menjadi kewenangan tim pelatih berdasarkan hasil penilaian selama proses latihan. Kesbangpol memastikan tidak ada intervensi dari pihak mana pun.
"Yang bertugas pada upacara 17 Agustus nanti berjumlah 62 peserta yang dibagi dalam tugas pagi dan sore, termasuk Pasukan 45 bersama unsur TNI dan Polri. Hal-hal teknis akan dibahas dalam rapat panitia HUT ke-81 RI," katanya.
Nuryadin menambahkan, peserta akan menjalani karantina sekitar dua pekan sebelum pelaksanaan upacara. Berbeda dengan tahun sebelumnya, materi pembekalan diberikan lebih awal pada tahap pradiklat sehingga saat memasuki diklat peserta dapat lebih fokus menjalani latihan teknis di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....