Kemenag Kota Tidore Laksanakan KKG-MGMP Perkuat Kompetensi Guru Madrasah

  • 01 Jul 2026 06:21 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore - Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan mengadakan kegiatan Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (KKG-MGMP) Madrasah jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Tidore Kepulauan yang mengusung tema "Penyusunan Modul Ajar Berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini dalam rangka memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui pengembangan kompetensi tenaga pendidik, dibuka langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan, H. Lukmanuddin Abd. Rahman mengatakan, KKG-MGMP merupakan forum strategis bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta memperkuat kolaborasi dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Pemanfaatan AI harus tetap bijaksana dengan menjadikan guru sebagai pengendali utama proses pembelajaran.

"KKG-MGMP tahun ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam menyusun modul ajar yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026 di Aula MTs Negeri 1 Tidore," ujar Lukmanuddin.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, setiap pendidik dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

“Apresiasi atas inisiatif Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan yang menyelenggarakan KKG-MGMP secara terintegrasi untuk seluruh jenjang madrasah. Forum ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat sinergi antar pendidik, menyamakan persepsi dalam implementasi kurikulum, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi” ujar Amar.

Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan harus dipandang sebagai instrumen pendukung yang dapat membantu guru merancang pembelajaran secara lebih efektif tanpa mengurangi peran utama guru sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, serta tetap berpedoman pada kurikulum dan nilai-nilai pendidikan madrasah.

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta akan memperoleh penguatan materi mengenai penyusunan modul ajar berbasis AI, praktik pemanfaatan berbagai platform kecerdasan buatan dalam mendukung proses pembelajaran, diskusi kelompok sesuai jenjang pendidikan, hingga penyusunan produk modul ajar yang dapat diimplementasikan di madrasah masing-masing. Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan berharap KKG-MGMP tidak hanya menjadi forum peningkatan kompetensi guru, tetapi juga menghasilkan modul-modul ajar inovatif berbasis AI yang berkualitas, aplikatif, dan sesuai karakteristik madrasah.

Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan terus mendorong transformasi digital di lingkungan madrasah sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan yang selaras dengan kebijakan transformasi pendidikan nasional. Penyusunan modul ajar berbasis AI bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi ikhtiar menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....