Merawat Persatuan Bangsa Melalui Pesparawi

  • 29 Jun 2026 14:46 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Maluku Utara – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar secara resmi menutup penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, Minggu Malam 28 Juni 2026. Penutupan ajang nasional yang berlangsung selama sepuluh hari tersebut menjadi penegasan bahwa Pesparawi bukan sekadar kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga wahana memperkuat persaudaraan, moderasi beragama, serta persatuan bangsa.

Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa Pesparawi memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah perlombaan. Lantunan pujian yang dipersembahkan seluruh kontingen merupakan wujud penghayatan nilai-nilai keagamaan yang memperkokoh harmoni dalam keberagaman Indonesia.

"Selama sepuluh hari kita menyaksikan simfoni kehidupan yang indah. Kemajemukan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial berjalan beriringan. Harmoni sejati tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari perbedaan," ujar Menteri Agama.

Ditegaskan bahwa tidak ada peserta yang kalah dalam Pesparawi. Seluruh kontingen yang telah mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk memuliakan Tuhan melalui pujian merupakan pemenang sejati sekaligus duta perdamaian dan persaudaraan bangsa.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) sekaligus Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung mengatakan, Pesparawi Nasional XIV tidak hanya sukses sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang penguatan moderasi beragama, implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan persatuan dalam keberagaman.

"Melalui gema pujian yang dikumandangkan, kita ingin mengirimkan pesan bahwa Indonesia adalah rumah yang aman bagi semua," ujar Jeane. Komitmen terhadap pelestarian lingkungan juga menjadi ciri khas penyelenggaraan Pesparawi tahun ini. Seluruh kontingen diwajibkan menggunakan tumbler sebagai bagian dari implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama.

Pesparawi Nasional XIV memperoleh penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan dengan jumlah kontingen terbanyak yang menggunakan tumbler. Pada kesempatan tersebut diumumkan pula hasil perlombaan, di mana Kontingen Provinsi Sulawesi Utara berhasil meraih predikat Juara Umum Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat. Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya terlihat dari kualitas pelaksanaan perlombaan, tetapi juga dari kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Barat, panitia, aparat keamanan, relawan, gereja, dan seluruh kontingen dari berbagai provinsi.

Amar berharap semangat persaudaraan, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan yang terbangun selama penyelenggaraan Pesparawi dapat terus diimplementasikan di seluruh daerah, termasuk di Maluku Utara. Sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat kerukunan umat beragama dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....