Nelayan Guraping Usul Bangun Tambat Labuh, Kadri: Dorong Ekonomi Pesisir

  • 29 Jun 2026 13:19 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Sofifi - Ratusan nelayan kecil di Kelurahan Guraping, Kota Tidore Kepulauan, mengusulkan pembangunan fasilitas tambat labuh perikanan tangkap skala kecil kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Usulan tersebut disampaikan melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, Kadri Laetje, untuk diteruskan kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Usulan itu datang dari tokoh masyarakat, pemuda, dan sekitar 120 nelayan kecil di Guraping yang mengaku kesulitan mendapatkan tempat bersandar bagi armada penangkapan ikan mereka.

Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, Kadri Laetje, mengatakan masyarakat telah menyiapkan lahan sekitar satu hektare yang statusnya telah dibebaskan dan diusulkan menjadi lokasi pembangunan tambat labuh perikanan tangkap dengan klasifikasi kecil.

“Sehingga nelayan kecil mereka bisa memiliki tambat labuh perikanan,” kata Kadri kepada RRI, Senin 29 Juni 2026.

Menurut Kadri, selama ini nelayan Guraping kehilangan akses ke dua pelabuhan yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas perikanan. Kedua fasilitas tersebut kini difungsikan untuk kepentingan transportasi umum dan komersial.

“Satu menjadi pelabuhan eksekutif, sedangkan satu lagi menjadi pelabuhan kapal cepat. Akibatnya, nelayan kecil kesulitan melabuhkan armada mereka,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap usulan tersebut dapat masuk dalam program pembangunan tahun anggaran 2027. Kehadiran tambat labuh dinilai tidak hanya memberikan kepastian akses bagi nelayan tradisional, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian kawasan pesisir.

Kadri menilai pembangunan fasilitas tersebut akan menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru di Guraping. Selain mendukung operasional nelayan, keberadaan tambat labuh diperkirakan memicu tumbuhnya pasar ikan, usaha perdagangan, hingga berbagai layanan penunjang yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Usulan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur perikanan tangkap di Maluku Utara, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan skala kecil yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendukung aktivitas melaut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....