Sesmen Kemendukbangga Ungkap Kunci Manfaatkan Bonus Demografi
- 16 Jun 2026 06:36 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Sofifi – Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, menegaskan pentingnya peran aparatur di daerah dalam mengoptimalkan bonus demografi untuk mendukung target pembangunan nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Budi saat melakukan kunjungan kerja dan memberikan pembinaan kepada 60 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Senin 15 Juni 2026 di Sofifi. Kegiatan itu turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara Ansar Djainahu dan Plt Kepala Biro SDM Kemendukbangga/BKKBN Mayang Mariana.
Dalam arahannya, Budi menekankan bahwa bonus demografi merupakan peluang strategis yang hanya terjadi sekali dalam sejarah suatu bangsa. Karena itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat daya saing sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Indonesia saat ini sedang berada dalam jendela momentum struktural berupa bonus demografi yang sangat terbatas, yakni rata-rata hanya terbuka selama 25 hingga 30 tahun. Momentum sekali seumur hidup ini harus kita kapitalisasi dengan serius agar Indonesia mampu melompat menjadi negara maju dan terhindar dari jebakan tua sebelum kaya (pre-mature aging). Di sinilah peran ASN kependudukan menjadi garda terdepan,” tegas Budi.
Menurutnya, ASN Kemendukbangga/BKKBN memiliki peran penting dalam mengawal berbagai program prioritas pemerintah, termasuk mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden serta target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga memaparkan sejumlah agenda strategis yang perlu menjadi fokus bersama, di antaranya percepatan penurunan prevalensi stunting hingga di bawah 10 persen, peningkatan Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga), serta penguatan tata kelola kependudukan yang terintegrasi melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (PJPK).
Ia menilai pembangunan sumber daya manusia yang unggul sejak usia dini menjadi faktor kunci agar generasi produktif Indonesia mampu bersaing dan terserap di sektor-sektor formal yang semakin kompetitif.
Pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan pasca transformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Aparatur di daerah didorong untuk bekerja lebih cepat, kolaboratif, serta mengedepankan penggunaan data yang akurat dalam penyusunan dan pelaksanaan program.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan arahan langsung yang diberikan Sekretaris Kementerian. Ia menegaskan komitmen jajaran BKKBN Maluku Utara untuk menerjemahkan seluruh kebijakan strategis pemerintah pusat ke dalam program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Ansar, penguatan kapasitas aparatur menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi yang sehat, berkualitas, dan produktif sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....