KONI Haltim Dorong Pembenahan Sistem Pertandingan Porprov Malut
- 14 Jun 2026 09:51 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Haltim — KONI Halmahera Timur meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Porprov V Maluku Utara 2026. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memperbaiki kualitas pertandingan dan menjaga kepercayaan seluruh insan olahraga.
Permintaan itu disampaikan Sekretaris Umum KONI Halmahera Timur, Ashadi Tajuddin, menyusul munculnya sejumlah keberatan dari cabang olahraga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah protes Pertina Haltim terkait hasil pertandingan tinju pada Porprov.
"Apa yang kemudian terjadi saat ini di Pertina Haltim dan sikap yang diambil oleh Ketua Pertina Haltim merupakan hal yang wajar," ujar Ashadi. Menurutnya, sikap tersebut muncul karena adanya rasa ketidakpuasan terhadap hasil pertandingan yang dianggap merugikan.
Ashadi mengatakan keluhan serupa tidak hanya datang dari cabang olahraga tinju selama pelaksanaan Porprov berlangsung. Beberapa cabang olahraga lain juga menyampaikan keberatan terhadap keputusan pertandingan yang mereka jalani.
"Ada beberapa cabang olahraga yang merasa dirugikan, di antaranya Kempo, Karate, Silat, dan Taekwondo," katanya. Karena itu, pihaknya meminta KONI Provinsi Maluku Utara melakukan evaluasi terhadap seluruh cabang yang dipertandingkan.
Selain cabang bela diri, KONI Haltim juga menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi pada pertandingan sepak bola. Menurut Ashadi, berbagai kejadian tersebut perlu menjadi bahan perbaikan untuk penyelenggaraan Porprov pada masa mendatang.
"Kami juga melihat adanya persoalan dalam pertandingan sepak bola antara Halmahera Timur dan Kota Ternate," ujarnya. Ia menilai evaluasi menyeluruh akan membantu meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi olahraga tingkat provinsi.
KONI Haltim juga mendorong pembentukan komisi pertandingan yang bekerja secara independen selama berlangsungnya kejuaraan olahraga. Kehadiran komisi tersebut dianggap penting untuk menjaga objektivitas dalam setiap pengambilan keputusan pertandingan
"Kami membutuhkan komisi pertandingan yang independen. Jangan sampai ada juri atau wasit yang memiliki kedekatan dengan pihak tertentu," ucapnya tegas. Menurut Ashadi, profesionalisme perangkat pertandingan menjadi syarat penting dalam menciptakan kompetisi yang berkeadilan.
Ia menilai keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet dan pelatih semata. Integritas juri serta wasit juga memiliki peran besar dalam menjaga kualitas hasil pertandingan yang dilaksanakan.
"Bagaimana kita mau berbicara tentang pengembangan olahraga ke depan kalau masih ada persoalan seperti ini," katanya. Atlet yang telah menjalani latihan panjang berhak memperoleh penilaian yang objektif selama mengikuti pertandingan.
Ashadi berharap seluruh masukan dari KONI Halmahera Timur dapat menjadi perhatian bagi KONI Provinsi Maluku Utara. Ia menginginkan Porprov menjadi ajang kompetisi yang menjunjung sportivitas, keadilan, dan integritas olahraga secara konsisten.
"Kami berharap evaluasi ini benar-benar dilakukan demi menjaga kepercayaan atlet, pelatih, dan seluruh insan olahraga," pungkasnya. Menurutnya, perbaikan sistem pertandingan akan berdampak positif terhadap kemajuan olahraga Maluku Utara ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....