Gubernur Sherly Dorong Ekonomi Biru Berbasis Desa Pesisir

  • 11 Jun 2026 16:22 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mempercepat pembangunan kawasan perikanan terintegrasi melalui pengembangan Program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari implementasi ekonomi biru di wilayah kepulauan tersebut.

Hal itu disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Ternate, Kamis 11 Juni 2026.

Sherly mengungkapkan jumlah Kampung Nelayan Merah Putih meningkat signifikan dari enam lokasi pada tahun sebelumnya menjadi 30 lokasi pada 2026. Program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga membangun rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, setiap kawasan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) berkapasitas 10 ton, serta pabrik es berkapasitas tiga ton.

“Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus menstabilkan harga ikan di tingkat nelayan,”kata Sherly.

Selain itu, pemerintah daerah juga menghadirkan off-taker atau pihak penyerap hasil tangkapan yang akan membantu pemasaran produk perikanan secara berkelanjutan.

Untuk mendukung konektivitas kawasan pesisir, Gubernur telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum agar mempercepat perbaikan jalan menuju sentra-sentra nelayan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menurunkan biaya distribusi serta memperluas akses pasar bagi masyarakat pesisir.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP HNSI, Herman Herry, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program pembangunan sektor kelautan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Sesuai tema HUT HNSI ke-53, “HNSI Jaga Laut untuk Ekonomi Biru”, Herman menegaskan organisasi nelayan tersebut siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Sebelum acara puncak berlangsung, kegiatan diawali dengan Gerakan Nasional Bersih Laut bersama komunitas lingkungan Pandawara Group di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate. Kegiatan tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan nelayan dalam menjaga kelestarian laut sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi biru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....