Perselisihan Pembangunan Gereja di Haltim Berakhir Damai

  • 10 Jun 2026 20:39 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halmahera Timur – Penolakan pembangunan Gereja Bethel Tabernakel (GBT) di Desa Saolat, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur berakhir damai. Perdamaian ini disepakati melalui forum mediasi yang dihadiri unsur kepolisian, pemerintah daerah, lembaga kerukunan umat beragama, serta kedua jemaat yang bersengketa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Wasile Selatan, pukul 10.30 WIT tersebut, dipimpin secara terbuka untuk mendengarkan aspirasi kedua pihak serta memastikan penyelesaian sesuai aturan hukum dan prinsip persaudaraan.

Kepala Badan Kesbangpol Halmahera Timur, Jubaid Komdan dalam sambutannya mengatakan, setiap warga negara memiliki hak menjalankan ibadah sesuai keyakinan, namun pendirian rumah ibadah wajib mengikuti ketentuan peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006.

“Ketentuan ini mengatur persyaratan administrasi dan kesepakatan bersama demi menjaga ketertiban dan kerukunan antarwarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Halmahera Timur, AKBP. Boby Kusuma Ardiansyah mengingatkan bahwa hak beribadah dijamin oleh konstitusi, namun pelaksanaannya tidak boleh mengganggu ketentraman lingkungan.

“Kepolisian hadir untuk menjamin keamanan dan ketertiban, serta memastikan setiap permasalahan diselesaikan melalui jalan musyawarah,” ucap Kapolres.

GBT dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dan pihak Gereja Masehi Injil di Halmahera (GMIH) tidak keberatan terhadap pelaksanaan ibadah oleh jemaat GBT selama belum ada bangunan tetap.

Rencana pembangunan gedung gereja akan ditunda sampai seluruh persyaratan administrasi terpenuhi dan laporan kepolisian terkait insiden yang terjadi dicabut dan kesepakatan sebelumnya tertanggal 17 Mei 2024 dinyatakan tidak berlaku lagi.

Selain itu, pemerintah Kecamatan dan desa setempat juga akan berkoordinasi untuk memfasilitasi tempat tinggal bagi pimpinan jemaat GBT beserta keluarganya.

Dengan dicapainya kesepakatan ini, diharapkan suasana kerukunan antar umat beragama di wilayah Halmahera Timur dapat terus terpelihara tanpa ada perselisihan di kemudian hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....