Hasby Yusuf Siap Kawal Aspirasi hingga ke Menteri PPPA

  • 31 Mei 2026 07:30 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate– Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf bakal mengawal aspirasi terkait berbagai solusi pencegahan dan penanganan kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Maluku Utara.

Hal tersebut disampaikan usai menggelar pertemuan "Bacarita Tematik” bersama sejumlah organisasi perempuan, LSM dan dinas terkait di Cafe Anomali Coffee, Sabtu 30 Mei 2026.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara, Hairia berharap adanya tindak lanjut nyata dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di daerah.

“Saya titipkan agar dapat disampaikan kepada Menteri PPPA. Saat ini DP3A di banyak daerah digabung dengan Dinas Sosial, KB, dan lainnya sehingga pelaksanaan tugas dinilai tidak maksimal. Dana DAK nonfisik juga perlu diperhatikan,” katanya.

Hairia juga menyoroti persoalan pembiayaan penanganan korban kekerasan yang belum terakomodasi melalui BPJS. Menurutnya, mayoritas korban berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah sehingga diperlukan regulasi khusus dari pemerintah pusat.

“Selain itu, mudah-mudahan ada opsi CSR dengan payung hukum yang jelas terkait intervensi perusahaan tambang untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Mekanisme pengaduan juga perlu dibangun mulai dari desa hingga ke tingkat provinsi. Selain itu, Maluku Utara membutuhkan psikolog klinis yang menetap,” ujarnya.

Ia menambahkan, program perlindungan perempuan dan anak dari pemerintah pusat perlu disosialisasikan hingga ke tingkat desa, termasuk pengawasan terhadap

game online yang berpotensi memicu kekerasan seksual.

Sementara itu, Senator Hasby Yusuf mengatakan persoalan game online yang mengarah pada kekerasan seksual menjadi perhatian serius dan akan disampaikan kepada Kementerian PPPA serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).“Permainan game online yang mengarah pada kekerasan seksual juga perlu diawasi,” katanya.

Hasby menegaskan, diperlukan kolaborasi lintas sektor dalam membangun koalisi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, isu perempuan dan anak bukan hanya persoalan lokal, melainkan isu global yang membutuhkan perhatian bersama.

“Saya siap kawal aspirasi dan berbagai masukan ini disampaikan kepada pemerintah pusat untuk menjadi perhatian bersama,” ujar Hasbi, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....