NTP Malut Turun 1,86 Persen, BPS Sebut Dipengaruhi Tiga Subsektor

  • 23 Mei 2026 11:10 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 mengalami penurunan sebesar 1,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya. NTP Maluku Utara turun dari 103,50 pada Maret 2026 menjadi 101,58 pada April 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary mengatakan penurunan NTP dipengaruhi turunnya beberapa subsektor pertanian selama April 2026. Menurutnya, subsektor yang paling berpengaruh terhadap penurunan tersebut berasal dari tanaman perkebunan rakyat.

“Penurunan NTP April 2026 disumbang oleh tiga subsektor, yakni subsektor tanaman pangan sebesar 1,84 persen, tanaman perkebunan rakyat 2,57 persen, dan peternakan sebesar 0,50 persen,” kata Simon dalam rilis resmi BPS Maluku Utara, ditulis Sabtu, 23 Mei 2026.

Sementara itu, dua subsektor lainnya justru mengalami kenaikan. Subsektor hortikultura tercatat naik sebesar 3,35 persen dan subsektor perikanan naik 1,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

BPS juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Maluku Utara pada April 2026 berada di angka 131,40 atau mengalami kenaikan sebesar 0,65 persen. Kenaikan IKRT menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran konsumsi rumah tangga di wilayah perdesaan.

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Maluku Utara juga mengalami penurunan. Pada April 2026, NTUP tercatat sebesar 104,04 atau turun 1,46 persen dibandingkan Maret 2026 yang berada di angka 105,58.

Dalam wilayah Kawasan Timur Indonesia, BPS mencatat terdapat tujuh provinsi yang mengalami kenaikan NTP pada April 2026. Kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 3,38 persen, disusul Gorontalo sebesar 2,35 persen.

Sedangkan tujuh provinsi lainnya mengalami penurunan NTP. Penurunan terbesar tercatat terjadi di Papua Barat Daya dengan penurunan sebesar 2,80 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....