RRI dan BMKG Perkuat Diseminasi Informasi Gempa hingga Pelosok Maluku Utara

  • 23 Mei 2026 09:42 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – LPP RRI Ternate resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Kamis, 21 Mei 2026. Penandatanganan kerja sama tentang Penempatan Peralatan Diseminasi Warning Receiver System (WRS) New Generation dan Penyediaan Informasi Gempabumi, Tsunami, serta Hilal/Tanda Waktu di wilayah Maluku Utara itu berlangsung di Kantor Stasiun Geofisika Ternate.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat penyebarluasan informasi kebencanaan dan layanan informasi BMKG kepada masyarakat, khususnya di wilayah Maluku Utara yang memiliki karakteristik geografis kepulauan dan didominasi kawasan laut.

Kepala LPP RRI Ternate, Agus Rusmin Nuryadin, mengatakan kerja sama itu merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sebelumnya telah dijalin antara BMKG dan RRI di tingkat pusat. Karena itu, seluruh satuan kerja di daerah perlu mengimplementasikan kerja sama serupa guna memperkuat pelayanan informasi publik.

Menurut Agus, meski MoU baru resmi diteken, hubungan kerja antara RRI Ternate dan Stasiun Geofisika Ternate sejatinya telah berlangsung cukup lama, terutama dalam penyebaran informasi kegempaan kepada masyarakat melalui berbagai platform siaran RRI.

“Selama ini RRI dan BMKG sudah menjalin kerja sama yang baik dan berjalan lancar dari segi publikasi informasi kepada masyarakat. Terakhir, kita sama-sama gencar dan rutin memublikasikan informasi kegempaan yang terjadi di Pulau Batang Dua,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Eriksana Yasa, menilai kerja sama tersebut sangat penting untuk memastikan informasi gempa bumi dan peringatan dini lainnya dapat diterima masyarakat secara cepat dan merata hingga ke pelosok daerah.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan penyampaian informasi kebencanaan dilakukan lebih cepat dan responsif, sehingga koordinasi antara BMKG dan RRI menjadi semakin efektif dalam mendukung keselamatan masyarakat.

“Sekarang zaman sudah canggih, jika terjadi gempa bumi, tidak perlu RRI yang menghubungi BMKG, tapi justru kami yang harus segera menghubungi RRI untuk menyampaikan informasi kegempaan terkini, sehingga cepat sampai ke masyarakat,” ujar Gede.

Selain memperkuat layanan informasi publik, kerja sama tersebut juga dinilai menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan status Stasiun Geofisika Ternate dari kelas III menjadi kelas II. Peningkatan kelas dinilai penting mengingat luasnya cakupan wilayah Maluku Utara serta kondisi geografis yang sebagian besar merupakan wilayah perairan.

Dengan peningkatan kapasitas tersebut, BMKG diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan monitoring dan diseminasi informasi kebencanaan secara lebih optimal bagi masyarakat Maluku Utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....