Atasi Kelangkaan, Sebanyak 88 Ton MinyaKita Segera Masuk Maluku Utara
- 20 Mei 2026 12:54 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat mengatasi kelangkaan minyak goreng yang dikeluhkan pelaku UMKM dan masyarakat di Kota Ternate. Melalui koordinasi bersama Kementerian Perdagangan dan Bulog, distribusi MinyaKita dipastikan segera masuk ke wilayah Maluku Utara dalam waktu dekat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Utara, M. Ronny Saleh, mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan penambahan kuota MinyaKita kepada pemerintah pusat setelah stok di gudang Bulog dilaporkan kosong.
Menurut Ronny, hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Kementerian Perdagangan, dan Bulog memastikan distribusi minyak goreng subsidi tersebut tetap berjalan meski sempat mengalami keterlambatan akibat cuaca buruk.
“Kapal pengangkut yang sebelumnya dijadwalkan tiba pada 17 Mei mengalami keterlambatan karena faktor cuaca. Saat ini diperkirakan tiba pada 21 hingga 22 Mei,” ujar Ronny, Rabu 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, proses bongkar muat dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Mei agar MinyaKita dapat segera disalurkan kepada mitra Bulog dan pelaku usaha di Maluku Utara.
Pada tahap awal distribusi, sebanyak 88 ton MinyaKita akan dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta pelaku UMKM yang terdampak kelangkaan minyak goreng di Ternate dan sekitarnya.
Pemerintah memastikan MinyaKita dapat diperoleh melalui jaringan mitra Bulog dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.
Selain mempercepat distribusi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Utara juga melakukan pemantauan intensif terhadap ketersediaan stok dan pergerakan harga minyak goreng di pasaran guna menjaga stabilitas pasokan.
Ronny menambahkan, pemerintah membuka peluang bagi pelaku usaha maupun masyarakat untuk menjadi mitra distribusi MinyaKita melalui Bulog. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi antara lain KTP, NPWP, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta kesiapan pembelian secara tunai.
Menurut dia, pemerintah memahami kondisi pelaku UMKM yang terdampak langsung akibat kelangkaan bahan baku minyak goreng.
Karena itu, percepatan distribusi dan stabilisasi pasokan menjadi langkah penting agar aktivitas produksi dan roda ekonomi masyarakat tetap berjalan normal di Maluku Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....