Kerjasama Benfica, Malut United Pastikan Tak Ada Titipan di Akademi Merah Putih
- 15 Mei 2026 16:38 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Manajemen Malut United terus mempertahankan fokus dalam aksi sosial di bidang olahraga sepakbola Maluku Utara. Tak hanya fokus pada tim senior yang saat ini berkompetisi di BRI Super League tapi fokus mengembangkan dan melahirkan anaka-anak usia dini untuk dapat berkarir di skala internasional.
Pengembangan anak usia dini tersebut, terfokus pada anak yatim, piatu hingga anak yang memiliki latar belakang yang kurang mampu di tiga Provinsi di Indonesia Timur mulai dari Maluku Utara, Maluku hingga Papua.
Dengan niat dan fokus untuk jangka panjang tersebut, Malut United bekerjasama dengan S.L Benfica dari sisi kepelatihan yang memadukan pendidikan olahraga hingga pembentukan karakter pada anak usia dini.
Direktur PT Malut Sejahtera, Dirk Soplanit, dalam agenda pertemuan bersama perwakilan akademi sepak bola internasional asal Portugal, S.L. Benfica, Jumat, 15 Mei 2026 menjelaskan, gagasan owner Malut United, ini selain memberi hiburan bagi masyarakat Malut juga mengangkat martabat anak-anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sepak bola.
Akademi ini menurutnya, dirancang sebagai proyek jangka panjang untuk mencetak pemain profesional sekaligus membangun generasi muda yang memiliki disiplin, akhlak dan semangat kebhinekaan.
Akademi tersebut akan mulai merekrut anak usia 7 hingga 9 tahun dengan kuota awal sebanyak 70 orang setiap tahun. Dari jumlah itu, sebanyak 45 anak beragama Islam dan 25 anak nasrani akan dibina secara terpusat dalam sistem pendidikan dan pelatihan terpadu.
Menurut Dirk, konsep akademi ini tidak hanya fokus pada kemampuan teknik sepak bola, tetapi juga pembentukan karakter dan moral peserta didik hingga pembinaan moral dan keagamaan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Maluku Utara, Maluku dan Papua.
Anak-anak muslim nantinya akan mendapatkan pendidikan berbasis pesantren dengan penguatan akhlak, pembelajaran Al-Qur’an serta pendidikan keimanan.

Sementara peserta nasrani juga akan dibina untuk menjalankan nilai-nilai agama dan moral yang baik sebagai fondasi dalam membangun karier sepak bola profesional.
“Mereka digodok menjadi pemain handal sekaligus memiliki moral dan disiplin yang baik. Jadi bukan hanya menjadi pemain sepak bola, tetapi juga manusia yang berakhlak,” katanya.
Program pendidikan akan melibatkan kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara dan Dinas Pendidikan setempat. Seluruh peserta akademi tetap mendapatkan pendidikan formal sehingga mata pelajaran mereka dapat diterbitkan melalui rapor dari sekolah asal masing-masing.
Selain pendidikan umum dan pembinaan agama, akademi juga akan memberikan pelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab. Manajemen bahkan menyiapkan tenaga pengajar dari Pulau Jawa yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan pesantren dan pembinaan pendidikan karakter.
Dirk menjelaskan, pembentukan akademi ini merupakan kerja sama perdana yang akan terus dievaluasi sesuai perkembangan dan harapan owner klub.
Ia menegaskan, tujuan utama program bukan semata-mata menjadikan seluruh peserta bergabung dengan Malut United, tetapi memberi kesempatan bagi anak-anak untuk meningkatkan taraf hidup keluarga melalui sepak bola profesional.
“Tidak selamanya mereka harus gabung ke Malut United. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa sukses dan mengangkat derajat keluarganya,” jelasnya.
Dalam proses perekrutan pemain, pihak manajemen akan bekerja sama dengan Asosiasi Provinsi PSSI Maluku Utara agar seleksi berjalan objektif dan tepat sasaran.
Dirk menekankan bahwa akademi ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sehingga proses seleksi harus terbebas dari praktik manipulatif.
Khusus untuk Papua, manajemen bersama perwakilan Benfica akan melakukan pencarian bakat secara langsung ke daerah-daerah untuk menemukan bibit potensial. Para pemain yang terpilih nantinya akan dipusatkan dalam training camp Malut United untuk menjalani pembinaan intensif.
“Kareena akademi ini fokus pada anak yatim, piatu dan kurang mampu, maka seleksi ibi dilakukan secara ketat sehingga apa yang diharapkan bersama dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya lagi.

Dirinya juga menyampaikan alasan menggunakan Merah Putih pada akademi yang baru dibentuk. “Merah putih ada bendera Indonesia, dan ini sesuai dengan harakan Owner agar tidak ada sekatan antara anak-anak muslim maupun nasrani ketika menjalani pemusatan latihan, karena mereka tetap berbaur satu dengan yang lain tanpa ada sekatan apapun,” katanya lagi.
Sementara itu, Benfica International Business Manager, Lourenco dos Reis Fereirra mengatakan, Benfica akan membawa filosofi permainan sepak bola khas Portugal ke Maluku Utara melalui kerja sama tersebut.
Menurutnya, Benfica memiliki pengalaman panjang dalam membangun akademi sepak bola berkualitas yang melahirkan banyak pemain profesional dunia.
Ia menyebutkan, Benfica saat ini dikenal sebagai salah satu klub dengan reputasi akademi terbaik di dunia, sehingga kerja sama dengan Malut United diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain potensial dari Indonesia Timur.
“Benfica akan membawa filosofi bermain sepak bola untuk membantu Malut United menjadi tim terbaik sekaligus melahirkan pemain handal dan potensial,” kata Lourenco.
Dalam kesempatan yang sama, Lourenco didampingi Benfica International Technical Coordinator, Davide da Rocha Gomes menjelaskan, Benfica juga memiliki misi sosial dalam pengembangan sepak bola, karena di Portugal program pembinaan anak melalui olahraga telah menjadi bagian penting dalam pembangunan generasi muda.
Program ini dirancang sebagai pembinaan jangka panjang dengan target lima hingga sepuluh tahun ke depan dapat melahirkan pemain-pemain terbaik dari kawasan timur Indonesia yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan konsep pembinaan terpadu berbasis olahraga, pendidikan dan moral, Akademi Merah Putih diharapkan menjadi salah satu proyek pengembangan sepak bola terbesar di Indonesia Timur sekaligus membuka jalan bagi anak-anak berbakat dari keluarga sederhana untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui sepak bola.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....