Eco Enzyme Rangkaian Menyambut Hari Raya Waisak Vesakha Sananda 2570 BE/2026

  • 11 Mei 2026 06:27 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.DO, Ternate – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku Utara bersama Bidang Bimbingan Masyarakat Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan penuangan Eco Enzyme. Kegiatan dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara minggu, 10 mei 2026 di aliran seputaran Pandara-Kananga Kelurahan Makassar Timur Kota Ternate, sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak Vesakha Sananda 2570 BE/2026.

Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang memiliki berbagai manfaat, antara lain membantu mengurangi pencemaran air, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mendukung gerakan ramah lingkungan yang berkelanjutan. Tidak sekadar menjadi agenda seremonial menyambut Waisak, tetapi juga mencerminkan kesadaran spiritual yang diwujudkan melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan hidup.

Kakanwil Kemenag Maluku Utara H. Amar Manaf mengatakan, gerakan ini sejalan dengan program prioritas Menteri Agama RI terkait penguatan ekoteologi, yakni membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan. Ajaran Buddha sejak awal telah menempatkan harmoni, antara manusia dan alam sebagai bagian penting dalam kehidupan spiritual.

“Sudah seharusnya hidup dilandaskan pada nilai-nilai ajaran agama. Ketika agama hadir dalam tindakan nyata menjaga alam, di situlah spiritualitas menemukan maknanya", kata H. Amar Manaf.

Sementara itu, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Maluku Utara Marsam, mengatakan kegiatan ini merupakan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Salah satu bentuk kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan, sekaligus implementasi nilai cinta kasih dan harmoni dengan alam sebagaimana diajarkan dalam ajaran Buddha.

“Umat Buddha diajak untuk menghadirkan praktik keagamaan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat", ujar Marsam.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat Vesakha Sananda 2570 BE/2026 dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan alam semesta. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat semangat kebersamaan lintas umat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Maluku Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....