MAFINDO Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Digital di Hari Pendidikan Nasional
- 06 Mei 2026 07:42 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat akan urgensi literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Mark Maryadat Ufie, menegaskan bahwa peran MAFINDO saat ini semakin krusial dalam menangani penyebaran hoaks di Indonesia.
Dalam program literasi digital, Selasa, 5 Mei 2026 Menurut Mark, MAFINDO berfokus pada edukasi publik, peningkatan literasi digital, serta penguatan budaya cek fakta di masyarakat. Hal ini dilakukan melalui berbagai program berbasis komunitas hingga kolaborasi dengan lembaga pendidikan.
“Literasi digital menjadi sangat penting, apalagi di momentum Hari Pendidikan Nasional. Ini bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi bagaimana masyarakat bisa berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, penyebaran hoaks saat ini masih cukup tinggi, baik di kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Jenis hoaks yang paling sering ditemukan berkaitan dengan isu pendidikan, kesehatan, serta informasi viral yang belum terverifikasi. “Banyak hoaks yang menyasar emosi, sehingga masyarakat, termasuk pelajar, mudah percaya dan langsung membagikannya tanpa cek kebenaran,” ujarnya.
Untuk itu, MAFINDO terus melakukan langkah konkret melalui berbagai program edukasi, seperti pelatihan literasi digital, kampanye anti-hoaks, hingga kegiatan masuk sekolah dan kampus. Program-program ini bertujuan membekali generasi muda dengan kemampuan memilah informasi secara bijak.
Dalam praktik sehari-hari, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan cara sederhana dalam memverifikasi informasi. Di antaranya adalah memeriksa sumber informasi, membaca secara utuh isi berita, serta membandingkan dengan sumber terpercaya lainnya.
Selain itu, Mark menekankan pentingnya peran sekolah dalam membentuk generasi yang cerdas digital. Guru dinilai memiliki posisi strategis untuk menanamkan budaya cek fakta kepada siswa sejak dini. “Sekolah harus menjadi ruang aman bagi siswa untuk belajar berpikir kritis. Literasi digital sebaiknya menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan,” katanya.
Ia juga menjelaskan beberapa ciri informasi hoaks yang mudah dikenali, seperti judul provokatif, sumber tidak jelas, serta ajakan untuk segera menyebarkan informasi. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai platform pengecekan fakta untuk memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya.
Jika terlanjur menyebarkan hoaks, langkah cepat yang bisa dilakukan adalah segera menghapus informasi tersebut dan menyampaikan klarifikasi agar tidak semakin meluas.
Di akhir pernyataannya, Mark berharap generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks di era digital saat ini. “Generasi muda harus menjadi agen perubahan, bukan penyebar hoaks. Jadilah pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional, MAFINDO mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan literasi digital sebagai benteng utama dalam melawan hoaks, demi terciptanya ruang informasi yang sehat dan terpercaya di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....