Puluhan Karyawan PT TID Halteng Diduga Keracunan Makanan Katering
- 04 Mei 2026 14:27 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halmahera Tengah – Puluhan karyawan dari perusahaan subkontraktor tambang PT Temporess International Delivery (TID) di Halmahera Tengah dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan katering yang disediakan perusahaan. Insiden tersebut memicu penanganan medis darurat, setelah para pekerja menunjukkan gejala serupa dalam waktu hampir bersamaan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya 56 karyawan harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Sagea. Mereka diduga keracunan setelah menyantap makanan yang disediakan oleh vendor PT Danis Indo Service, yang bekerja sama dengan pihak perusahaan, pada Minggu, 3 Mei 2026.
Para korban langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif akibat kondisi fisik yang terus melemah. Kepala Puskesmas Sagea, Agusthina Pare, mengungkapkan para pasien datang dengan gejala yang hampir identik. Ia menyebut dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan.
“Puluhan karyawan mengalami mual, muntah, dan buang air besar lebih dari tiga kali,” ujar Agusthina saat dikonfirmasi, Senin, 4 Mei 2026. Insiden ini diduga bersumber dari makanan yang disajikan di area Kilometer 9 pada Sabtu malam pekan kemarin.
Pihak perusahaan melalui Advisor Humas PT TID, Marten, membenarkan kejadian tersebut berkaitan dengan konsumsi karyawan yang dikelola vendor. Ia menjelaskan bahwa penyediaan makanan memang merupakan bagian dari kerja sama perusahaan dengan PT Danis Indo Service.
Namun demikian, kasus ini menjadi sorotan karena bukan pertama kali terjadi. Marten mengakui kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, baik pada tahun 2025 maupun kembali terulang pada 2026. “Jadi ini dugaan keracunan terjadi dua kali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepolisian Resor Halmahera Tengah memastikan kasus tersebut telah ditangani. Kasi Humas Polres Halmahera Tengah, Ipda Amir Mahmud, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
“Setelah mendapat informasi dari Dinas Kesehatan, kami sudah memeriksa sejumlah karyawan dan pihak katering yang menyediakan makanan,” katanya. Untuk memastikan sumber keracunan, polisi akan melibatkan uji laboratorium forensik.
Langkah ini dilakukan guna mengetahui secara pasti kandungan makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat menjadi dasar penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan penindakan terhadap pihak terkait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....