KM Tatamailau Perdana Sandar di Tobelo, Buka Akses Baru Ekonomi Halmahera Utara

  • 30 Apr 2026 17:53 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tobelo - Kapal Motor (KM) Tatamailau resmi melakukan sandar perdana di Pelabuhan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Kamis, 30 April 2026. Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) ini tiba setelah bertolak dari Sorong, Papua Barat, sehari sebelumnya.

Kehadiran kapal berukuran besar tersebut langsung disambut antusias masyarakat dan pemerintah daerah. Momen ini sekaligus menandai babak baru dalam pengembangan transportasi laut di wilayah Halmahera Utara, khususnya Kota Tobelo.

Masuknya KM Tatamailau menjadi catatan sejarah penting bagi Halmahera Utara. Selama ini, masyarakat Halmahera Utara sangat mengharapkan kehadiran transportasi laut yang representatif untuk menunjang mobilitas orang dan barang. Dengan kapasitas dan fasilitas yang dimiliki, KM Tatamailau dinilai mampu menjawab kebutuhan publik akan akses transportasi laut yang lebih memadai dan terjangkau.

Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menyebut kehadiran KM Tatamailau sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kapal ini akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan arus pergerakan orang dan distribusi barang dari dan menuju Tobelo.

Para penumpang turun dari KM Tatamailau yang berlabuh perdana di Pelabuhan Tobelo, Halmahera Utara, Kamis, 30 Menit 2026. (Foto: RRI/Dhavi Baba).

Ia meyakini, kehadiran kapal tersebut juga akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor ekonomi. Terutama sektor jasa yang selama ini menjadi andalan masyarakat Halmahera Utara.

“Jika ini berjalan konsisten, sektor jasa akan tumbuh lebih baik dan masyarakat bisa merasakan manfaat dari layanan transportasi laut yang ada saat ini,” ujar Piet. Ia optimistis konektivitas yang semakin baik akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih dinamis dan berkelanjutan.

Piet mengungkapkan bahwa sebelumnya pemerintah daerah telah mengusulkan sejumlah trayek pelayaran strategis. Rute yang diusulkan antara lain Jakarta–Surabaya–Makassar–Baubau–Ambon–Ternate–Tobelo–Bitung dan sebaliknya.

Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua (ketiga dari kanan) bersama Wakil Bupati, Kasman Hi. Ahmad (batik korpri), didampingi Kepala KUPP Tobelo, Saharuddin (kedua dari kiri) dan Kepala PT Pelni Cabang Ternate, Luthfi Israr (pertama dari kiri) berjalan menuju KM Tatamailau yang baru bersandar di Pelabuhan Tobelo, Kamis, 30 April 2026. (Foto: RRI/Dhavi Baba).

Meski demikian, pemerintah pusat melalui Pelni untuk sementara menetapkan KM Tatamailau sebagai kapal yang melayani Tobelo. Ia berharap ke depan rute yang diusulkan dapat direalisasikan secara penuh.

Menurut Piet, potensi arus penumpang dan barang dari berbagai daerah menuju Tobelo sangat tinggi. Hal ini didukung oleh keberagaman masyarakat yang memiliki keterikatan ekonomi dan sosial dengan daerah asal seperti Jawa, Bugis-Makassar, Buton, hingga Ambon. Kondisi tersebut menjadikan jalur pelayaran yang luas sebagai kebutuhan mendasar bagi masyarakat untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi mereka.

Piet juga mengajak seluruh masyarakat Halmahera Utara untuk menjaga momentum kehadiran KM Tatamailau. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di Pelabuhan Tobelo agar penumpang merasa nyaman. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kunci agar layanan pelayaran ini dapat terus beroperasi dan berkembang di masa mendatang.

Masyarakat Tobelo antusias melihat dari dekat KM Tatamailau yang sandar perdana pada Kamis, 30 April 2026. (Foto: RRI/Dhavi Baba).

Sementara itu, Kepala Pelni Cabang Ternate, Luthfi Israr, menjelaskan KM Tatamailau memiliki kapasitas penumpang sekitar 1.000 orang. Kehadiran kapal ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan transportasi laut masyarakat Halmahera Utara. Untuk tahap awal, rute yang dilayani masih bersifat uji coba, yakni Sorong–Tidore–Bitung dan sekitarnya, sambil menunggu evaluasi lebih lanjut dari hasil operasional.

Luthfi menambahkan, keberhasilan sandar perdana KM Tatamailau di Pelabuhan Tobelo tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah. Mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, seluruh proses berjalan dengan baik. Ia berharap, hasil uji coba ini dapat menjadi dasar pengembangan layanan pelayaran yang lebih luas di masa mendatang. Sekaligus memperkuat konektivitas wilayah Halmahera Utara dengan daerah lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....