Pasca Sertijab Direktur, Dinkes Kawal Pembenahan RSUD CB Ternate

  • 29 Apr 2026 15:37 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk melakukan pendampingan menyeluruh terhadap tata kelola manajemen dan layanan klinis di RSUD Chasan Boesoirie Ternate. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah transisi kepemimpinan rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, Julys Giscard Kroons, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri serah terima jabatan dari mantan Direktur Alwia Assagaf kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur dr. Rosita Alkatiri, Rabu 29 April 2026.

“Kita ingin memastikan bahwa roda organisasi di pelayanan di rumah sakit tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dan kita harapkan serah terima jabatan ini dapat menjadi momentum bagi direktur yang baru untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD Chasan Boesoirie,” ujar Julys kepada rri.co.id.

Menurutnya, sejumlah persoalan layanan yang dikeluhkan masyarakat, seperti kepadatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga lamanya waktu pengambilan obat di apotek, menjadi perhatian serius pihaknya.

Julys menjelaskan, keterbatasan ruang di area apotek, khususnya untuk pelayanan rawat jalan, turut memicu antrean panjang pasien. Karena itu, Dinas Kesehatan akan melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelayanan obat guna mempercepat proses pelayanan.

“Memang kondisi ruangannya agak kecil sehingga antreannya cukup panjang. Ini akan kita lihat kembali SOP pelayanan obat di apotek agar bisa lebih efisien,” katanya.

Selain itu, kapasitas IGD yang dinilai belum memadai untuk menampung tingginya jumlah pasien rujukan juga menjadi fokus pembenahan ke depan. Pemerintah provinsi, kata dia, berkomitmen melakukan perbaikan agar pelayanan tetap maksimal.

Memang kapasitas IGD belum terlalu luas untuk menampung rujukan, tetapi intinya kita akan melakukan pembenahan. Tidak boleh ada pasien yang terkesan ditolak oleh rumah sakit, meskipun kondisi IGD sedang penuh,” ucapnya.

Pendampingan yang dilakukan Dinas Kesehatan diharapkan mampu memperkuat sistem manajemen rumah sakit sekaligus meningkatkan kualitas layanan, sehingga RSUD Chasan Boesoirie dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, responsif, dan profesional kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....