Disperindagkop Haltim Awasi BBM, Cegah Praktik Curang Pengecer
- 24 Apr 2026 06:16 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Haltim-Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui Disperindagkop bergerak cepat merespons penyesuaian harga BBM nasional di wilayah Kota Maba. Tim teknis langsung diterjunkan melakukan pengawasan terhadap SPBU dan Pom Mini guna menjaga stabilitas harga di tingkat pengecer.
Langkah ini bertujuan melindungi hak konsumen dari praktik curang yang berpotensi merugikan masyarakat dalam distribusi bahan bakar. Pengawasan intensif dilakukan setelah adanya indikasi kenaikan harga serta ketidaksesuaian distribusi BBM di lapangan beberapa waktu terakhir.
Dalam pengawasan tersebut petugas menemukan ketimpangan harga pada BBM jenis Dexlite yang mengalami lonjakan signifikan di pasaran. Harga Dexlite tercatat naik dari Rp14.500 menjadi Rp24.150 per liter.
Sementara itu harga Pertamax di wilayah Kota Maba masih terpantau stabil di angka Rp12.600. Meski demikian pemerintah tetap mengawasi distribusi agar tidak terjadi lonjakan harga sepihak oleh pengecer di lapangan.
Temuan lain yang menjadi perhatian serius adalah dugaan manipulasi takaran BBM oleh sejumlah pengecer di wilayah tersebut. Petugas menemukan pengurangan volume per liter berkisar seratus sepuluh hingga seratus empat puluh mililiter dari standar ketentuan berlaku.
Kepala Bidang Perdagangan Usman Lalupi menegaskan pengawasan ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Bupati Halmahera Timur. “Kami diminta memastikan tidak ada pihak memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan yang merugikan masyarakat,” ujarnya, Jumat 24 April 2026.
Pemerintah daerah menegaskan akan segera menetapkan Harga Eceran Tertinggi sebagai acuan resmi di seluruh wilayah Halmahera Timur. Langkah ini diharapkan mampu menekan praktik kecurangan serta menjaga kestabilan harga BBM di tingkat masyarakat.
Selain itu Disperindagkop juga memberikan peringatan keras kepada seluruh pelaku usaha BBM termasuk pemilik SPBU dan Pom Mini. “Kami tidak segan mencabut izin usaha jika ditemukan pelanggaran harga maupun manipulasi takaran di lapangan,” kata Usman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....