Maluku Utara Dorong Kerja Sama dengan Korea Selatan untuk Industri Berkelanjutan

  • 20 Apr 2026 13:10 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Gubernur Sherly Tjoanda menginisiasi dialog strategis guna memperkuat pembangunan industri berkelanjutan di Maluku Utara. Pertemuan penjajakan tersebut berlangsung di Jakarta pada Jumat, 17 April 2026 bersama perwakilan pemerintah Korea Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan investasi yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sherly bertemu dengan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu. Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas peluang kerja sama lintas sektor strategis. Kedua pihak sepakat pentingnya membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di masa depan.

“Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong kemitraan yang sehat dan berkeadilan dengan seluruh investor,” ujar Sherly dalam keterangannya. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana dikutip dari laporan Antara News. Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.

Gubernur Sherly menyampaikan optimisme terhadap potensi peningkatan investasi dari Korea Selatan di Maluku Utara. Investasi tersebut diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat secara berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu dampak positif yang diharapkan.

Sejumlah sektor prioritas menjadi fokus pembahasan sebagai tulang punggung perekonomian daerah Maluku Utara. Sektor tersebut meliputi pertambangan, energi, perikanan, hingga pariwisata yang memiliki potensi besar. Pengembangan sektor ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas industri.

Prinsip keberlanjutan menjadi perhatian utama agar pertumbuhan industri tidak mengorbankan keseimbangan lingkungan. Pemerintah daerah berupaya memastikan setiap investasi tetap memperhatikan aspek ekologi secara menyeluruh. Hal ini penting untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Salah satu poin penting dalam dialog adalah keterlibatan POSCO dalam pengembangan industri nikel di Maluku Utara. Perusahaan tersebut terlibat melalui kerja sama di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park. Kolaborasi ini dinilai strategis dalam memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga berkomitmen menjaga iklim investasi yang transparan dan akuntabel bagi investor. Upaya tersebut dilakukan dengan menyederhanakan proses perizinan tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan. Selain itu, penerapan tanggung jawab sosial perusahaan tetap menjadi bagian penting dalam setiap investasi.

“Kami memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Sherly. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dalam setiap kegiatan industri yang berlangsung. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap investasi dapat terus terjaga dengan baik.

Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha dalam pembangunan industri. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas operasional serta keberlanjutan program pembangunan. Pendekatan terpadu diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih kuat dan berdaya saing.

Kerja sama dengan Korea Selatan dinilai relevan dengan tren global menuju industrialisasi hijau berbasis energi bersih. Maluku Utara memiliki potensi besar melalui komoditas nikel sebagai bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Dengan demikian, daerah ini diarahkan menjadi pusat industri bernilai tambah tinggi, bukan sekadar pengekspor bahan mentah.

Keterlibatan POSCO juga membuka peluang transfer teknologi yang dapat meningkatkan kualitas industri lokal secara signifikan. Kehadiran perusahaan global ini diharapkan mampu mendorong peningkatan standar produksi hingga tingkat internasional. Hal tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing Maluku Utara di pasar global.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap menekankan pentingnya kemitraan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi semua pihak. Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian dalam menghadapi risiko pembangunan industri yang masif. Dengan strategi tersebut, Maluku Utara berupaya menjadi contoh pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....