Dinkes Kota Ternate Pastikan Pelayanan Kesehatan Selama Tanggap Darurat Bencana

  • 06 Apr 2026 06:17 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.DO, Ternate – Dinas Kesehatan Kota Ternate bergerak cepat merespons gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang terjadi pada Kamis, 02 April 2026 dan berdampak pada wilayah Pulau Batang Dua. Dinas Kesehatan Kota Ternate menurunkan 40 tenaga kesehatan yang ditempatkan di 6 posko pengungsian, yaitu di SMP, SMA, Gunung Radio, Gunung Sewedi, Bido, dan Lelewi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiyah Suma pada hari Sabtu, 4 April 2026 menyampaikan pihaknya terus memantau perkembangan situasi kesehatan masyarakat di Pulau Batang Dua. Melalui koordinasi yang intensif, penempatan tenaga kesehatan di posko pengungsian, serta distribusi obat-obatan darurat untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan dengan baik selama masa tanggap darurat bencana.

“Tim kesehatan yang diturunkan ke lokasi terdampak terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga farmasi, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, promosi kesehatan, epidemiologi, laboratorium, serta tenaga administrasi dan pendukung lainnya,” ujar Fathiyah.

Pelayanan kesehatan yang dilakukan meliputi Pendataan masyarakat terdampak, Pemeriksaan kesehatan bagi pengungsi, Penanganan luka ringan dan keluhan kesehatan. Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat secara berkala, pemberian dukungan trauma healing bagi masyarakat yang mengalami dampak psikologis akibat gempa.

Kepala Puskesmas Mayau, Yulianus Belian Ali bersama tim kesehatan juga aktif melakukan kunjungan ke posko-posko pengungsian guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. Terdapat beberapa kelompok masyarakat rentan yang menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan, yaitu Anak 123 orang, Balita 106 orang, Bayi 23 orang, Ibu hamil 14 orang, Ibu nifas 5 orang dan Lansia 161 orang.

Dari sisi pelayanan kesehatan, selama 3 hari pasca bencana tercatat sebanyak 64 kunjungan pasien di posko pelayanan kesehatan yang disiapkan oleh tim medis. Keluhan yang paling banyak dilaporkan antara lain luka ringan, nyeri ulu hati, leher tegang, demam, badan sakit-sakit, batuk, sakit kepala, pusing, sakit gigi, serta flu.

Data sementara, 222 unit bangunan mengalami kerusakan terdiri dari rumah warga dan bangunan gereja di Kelurahan Lelewi, Bido, Pante Sagu, Tifure, Perum Bersatu, dan Mayau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....