Kapolres dan Dandim Pimpin Pengamanan Bentrok di Halmahera Utara
- 01 Apr 2026 10:17 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halmahera Utara - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu memimpin langsung pengamanan pasca-bentrokan antar warga di dua Desa yakni Desa Kira dan Duma di Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara.
Pengamanan ini melibatkan personel gabungan TNI-Polri guna mencegah meluasnya konflik dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam operasi pengamanan tersebut, Kapolres bersama Dandim 1508 Tobelo, Letkol Inf Alex Donald M.L. Gaol mengambil langkah taktis sejak dini hari.
Pukul 00.50 WIT, Kapolres melaksanakan apel pengecekan personel dan pasukan dibagi untuk melaksanakan penyisiran di kedua desa guna membubarkan warga yang masih berkeliaran di luar rumah.
| Baca juga: Ratusan Personel Kawal Unras di Ternate |
Dalam penyisiran yang dilakukan, anggota mengamankan dua orang warga Desa Kira yang membawa senjata tajam jenis parang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu dalam apel pagi memerintahkan personel untuk melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga guna melakukan pemeriksaan terkait kepemilikan senapan angin dan katapel yang berpotensi digunakan dalam konflik.
Kasi Humas Polres Halut, Iptu Hopni Saribu, Rabu, 1 April 2026 menjelaskan, aparat keamanan dikerahkan secara maksimal untuk mengendalikan situasi di lokasi konflik.
“Pengamanan dilakukan untuk mencegah eskalasi kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Personel gabungan disiagakan di sejumlah titik rawan serta melaksanakan patroli guna memantau pergerakan massa,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain pengamanan terbuka dan tertutup, aparat juga melakukan langkah-langkah penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab bentrokan. Upaya ini sekaligus mendukung rekonsiliasi melalui pendekatan persuasif bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.
“Pendekatan yang kami lakukan tetap mengedepankan cara-cara humanis dan tidak represif, agar situasi dapat segera dikendalikan dan masyarakat kembali beraktivitas dengan aman,” ujarnya.
Dalam operasi pengamanan ini, sebanyak lebih dari 200 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari personel Polri, TNI, serta personel Brimob Pelopor Batalyon C Tobelo. Para personel ditempatkan pada beberapa titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....