Bantuan Gubernur Malut Tiba untuk Korban Banjir Sula
- 17 Mar 2026 14:49 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula.
Bantuan tersebut tiba di Sanana pada Senin 17 Maret 2026, dan langsung didistribusikan ke lokasi terdampak menggunakan kapal berukuran kecil, mengingat keterbatasan akses menuju wilayah bencana.
Adapun bantuan logistik yang disalurkan Pemprov Maluku Utara meliputi berbagai kebutuhan dasar pengungsi, antara lain 50 lembar terpal, 50 lembar matras, 100 paket hygiene kit, 20 paket perlengkapan bayi, 40 lembar sarung, serta 50 lembar selimut.
Selain itu, bantuan juga mencakup kebutuhan pangan seperti 50 sak beras ukuran 10 kilogram, 25 karton mi instan Indomie goreng, 25 karton Supermi, 100 kaleng ikan kaleng besar, 50 kilogram gula pasir, 50 bungkus kopi, 50 pak teh, serta masing-masing 25 kaleng susu putih dan susu cokelat.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam situasi darurat. Kami memastikan logistik segera sampai agar dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak sehari-hari,” ujar Sherly.
Banjir yang melanda Desa Waisakai terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIT, dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai. Peristiwa tersebut mengakibatkan abrasi serta kerusakan pada permukiman warga.
Data BPBD mencatat, sebanyak 90 kepala keluarga atau 335 jiwa terdampak, dengan 90 KK terpaksa mengungsi. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kerusakan infrastruktur cukup signifikan, meliputi 20 unit rumah rusak ringan, 15 unit rumah rusak berat, satu jembatan ambruk, serta tanggul penahan banjir sepanjang 300 meter mengalami kerusakan.
Kepala BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Sula untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Kami telah mendistribusikan logistik dan peralatan serta memastikan dukungan penanganan darurat berjalan optimal, termasuk koordinasi lintas instansi untuk percepatan pemulihan,” kata Fehby.
Saat ini, kondisi di lokasi bencana dilaporkan mulai berangsur normal seiring menurunnya curah hujan. Warga yang terdampak sementara mengungsi di SD Negeri 10 Desa Waisakai dan MTs setempat.
BPBD setempat juga telah membangun dapur umum dan kamp pengungsian sementara, serta melakukan normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....