Gubernur Dorong Hibah Pelabuhan Dufa-Dufa ke Kemenhub

  • 17 Mar 2026 13:13 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Kondisi struktur Pelabuhan Penyeberangan Sultan Mudaffar Sjah di kawasan Dufa-Dufa, Kota Ternate, kian memprihatinkan dan dinilai membahayakan aktivitas sandar kapal. Sejumlah armada seperti KM Queen Mary dan Cahaya Nusantara bahkan dilaporkan waswas saat menurunkan penumpang di dermaga tersebut.

Situasi ini sempat memicu perpindahan operasional kapal ke Pelabuhan Ahmad Yani. Namun, kebijakan itu menuai reaksi masyarakat karena berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar Dufa-Dufa. Aksi protes pun terjadi, hingga pemerintah kota turun tangan menenangkan warga dan memastikan kapal kembali beroperasi di pelabuhan tersebut.

Sebagai solusi jangka panjang, perbaikan infrastruktur pelabuhan dinilai mendesak. Namun, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate menjadi kendala utama dalam merealisasikan pembangunan tersebut.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan dukungannya terhadap skema hibah aset pelabuhan dari Pemerintah Kota Ternate kepada Kementerian Perhubungan agar pembangunan dapat dilakukan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saya sudah komunikasi dengan Kemenhub, jadi kita minta bantuan dari Kemenhub untuk meningkatkan fasilitas dari Pelabuhan Mudaffar Sjah, Dufa-Dufa. Tapi prosesnya dari Sekda Kota Ternate menghibahkan kepada Kemenhub, baru Kemenhub bisa bangun,” ujar Sherly kepada rri.co.id, awal pekan kemarin.

Ia menjelaskan, saat ini proses administrasi hibah tengah dipersiapkan agar sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, guna menghindari persoalan hukum di kemudian hari.

Sherly menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak dapat mengalokasikan anggaran untuk perbaikan pelabuhan tersebut karena statusnya merupakan aset milik Pemerintah Kota Ternate.

“Tidak ada, pertama itu aset milik kota jadi kota harus hibahkan ke Kemenhub. Kemenhub yang bangun. Jika dibagusin segala halnya akan dipelajari sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Gubernur berharap proses hibah dapat berjalan lancar sehingga perencanaan pembangunan segera dilakukan. Dengan perbaikan tersebut, aktivitas transportasi laut dan perekonomian masyarakat di kawasan Dufa-Dufa diharapkan kembali normal dan semakin berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....