Pelantikan IKAAL Maluku Utara Tegaskan Komitmen Bangun Alkhairaat
- 08 Mar 2026 08:15 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Pengurus Ikatan Alumni Abna Alkhairaat (IKAAL) Provinsi Maluku Utara periode 2026–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Pondok Pesantren Alkhairaat Kalumpang, Ternate, Sabtu 7 Maret 2026. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKAAL, Dr. Abdul Gani Malo.
Agenda pelantikan dirangkaikan dengan rapat kerja wilayah (Rakerwil) yang mengangkat tema “Meneguhkan Komitmen Alumni dan Abnaul Khairaat dalam Memajukan Alkhairaat.” Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, Sekretaris Jenderal PP IKAAL Dr. H. Haerolah Muh. Arif, serta sejumlah tokoh Alkhairaat, di antaranya Ustaz Drs. H. Thaha Abdul Wahab, Ustaz Drs. Marus Adam, Ketua Komwil Alkhairaat H. Abdurrahman Assagaf, Badan Penasihat IKAAL H. Amar Manaf, M.Si, Wakil Ketua Is Suaib, Wakil Sekretaris Dr Hidayatussalam Sehan, serta M. Saldy Husen.
Prosesi berlangsung sederhana namun penuh makna. Setelah pelantikan, para peserta melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama, kemudian menunaikan salat Magrib dan Tarawih berjemaah di Masjid Alkhairaat Kalumpang.
Ketua IKAAL Maluku Utara, Dr Muhammad Abusama, dalam sambutannya menegaskan bahwa Maluku Utara merupakan salah satu daerah dengan jumlah alumni dan abna Alkhairaat yang besar. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar bagi keluarga besar Alkhairaat di daerah.
Namun ia mengingatkan, jumlah yang besar tidak akan bermakna tanpa kebersamaan dan kerja kolektif.
“Apalah artinya kita terbanyak tetapi bercerai-berai. Apalah artinya menjadi mayoritas jika persoalan kecil di antara sesama alumni saja tidak mampu kita selesaikan,” ujarnya.
Abusama menilai pelantikan kepengurusan baru IKAAL menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengonsolidasikan kekuatan alumni agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Alkhairaat dan masyarakat.
Ia juga mengajak para alumni tetap optimistis menghadapi berbagai dinamika sosial, baik di tingkat nasional maupun global. Mengutip pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, ia mengingatkan bahwa kebenaran yang tidak terorganisasi dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi.
IKAAL merupakan badan otonom Alkhairaat yang memiliki tujuan membentuk pribadi muslim yang beriman, berakhlak, serta memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan agama, bangsa, dan negara.
Sebagai organisasi alumni, IKAAL juga berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia alumni, menginventarisasi potensi yang dimiliki untuk mendukung misi Alkhairaat di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, serta mendorong terbentuknya wadah usaha dan kewirausahaan bagi para alumni.
“Kita harus menjadi motor penggerak dan terus bekerja bersama untuk kepentingan Alkhairaat,” kata Abusama.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengutip pesan Habib Saggaf yang menggambarkan Alkhairaat sebagai lembaga pendidikan yang tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman, ibarat karang yang mampu menahan gelombang.
Menurutnya, ketahanan tersebut lahir dari keikhlasan dan dedikasi para abna Alkhairaat yang selalu menempatkan kepentingan lembaga di atas kepentingan pribadi.
Abusama berharap dukungan berbagai pihak, termasuk Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat IKAAL, untuk terus memperkuat peran organisasi tersebut di daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara IKAAL dengan struktur organisasi Alkhairaat di tingkat wilayah hingga kabupaten/kota.
“Kami berharap komunikasi, koordinasi, dan kerja sama terus diperkuat demi kemajuan Alkhairaat,” ucapnya.
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menyampaikan optimisme terhadap kepengurusan baru IKAAL. Menurutnya, Maluku Utara merupakan salah satu daerah dengan basis Alkhairaat yang kuat di Indonesia setelah Palu, Sulawesi Tengah.
Karena itu, kontribusi alumni dinilai sangat penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Sebagai pemerintah daerah, kami berharap IKAAL dapat terus berkontribusi dalam pembangunan Maluku Utara,” kata Sarbin.
Sementara itu, Ketua Umum PP IKAAL Abdul Gani Malo menegaskan bahwa alumni Alkhairaat adalah mereka yang pernah menempuh pendidikan di lembaga pendidikan Alkhairaat, sedangkan abna Alkhairaat merupakan mereka yang memiliki komitmen dan kecintaan untuk memajukan organisasi tersebut.
Ia menilai ke depan IKAAL akan menghadapi berbagai dinamika pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Karena itu, organisasi alumni harus mampu menghadirkan karya nyata bagi masyarakat.
“Apa yang akan kita kontribusikan menjelang satu abad Alkhairaat? Itu pertanyaan yang harus dijawab dengan kerja nyata,” ujarnya.
Abdul Gani juga menekankan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi oleh kemampuan mengorganisasikan potensi yang dimiliki.
Mewakili PB Alkhairaat, Sekjen PP IKAAL Haerolah Muh Arif mengingatkan para alumni agar tidak melupakan almamater. Ia mengibaratkan hubungan alumni dengan Alkhairaat seperti filosofi layang-layang.
“Di manapun bekerja, pengabdianmu pada Alkhairaat jangan diabaikan,” ujarnya.
Usai salat Tarawih, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah IKAAL Maluku Utara yang dipimpin Muhammad Abusama bersama Dr. Zahra Hanafi, didampingi Mujur GS dan Fitrah Abdul Gani. Forum tersebut membahas sekaligus menetapkan sejumlah program prioritas organisasi untuk masa bakti mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....