Terong Organik Tumbuh Subur di Tanah Marginal Kalumata
- 28 Feb 2026 18:18 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Upaya pengolahan lahan marginal membuahkan hasil menggembirakan di Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan. Seorang petani lanjut usia, Rasyid Samsudin, berhasil memanen terong organik dengan hasil signifikan berkat penggunaan pupuk Biokonversi dan pupuk Biogranul.
Di atas lahan keras dan berbatu yang minim unsur hara, Rasyid tetap menggantungkan hidupnya pada aktivitas bertani. Dengan ketekunan, ia mengolah tanah yang semula tandus menjadi lebih gembur dan subur melalui serangkaian perlakuan budidaya.
Pendampingan dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Kalumata bersama Wahana Visi Indonesia dan PT Biokonversi Indonesia. Program tersebut meliputi persiapan lahan, pembuatan bedengan, pemberian kapur dolomit, pemasangan mulsa, aplikasi pupuk Biokonversi dan Biogranul, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Panen kedua terong organik di lahan milik Rasyid yang juga Ketua Kelompok Tani Bumi Hijau ini turut dihadiri BPP Ternate Selatan, perwakilan Wahana Visi Indonesia, PT Biokonversi Indonesia, akademisi Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair), serta para petani setempat.
Rasyid mengaku hasil panen kali ini menjadi yang terbesar selama tiga tahun terakhir ia menanam terong. Dari sekitar 700 pohon yang dibudidayakan, panen mencapai 60 kilogram dengan harga jual Rp15.000 per kilogram.
“Selama tiga tahun bertani, baru kali ini hasilnya paling besar. Saya cukup kaget dan bersyukur,” ujar Rasyid kepada rri.co.id, Minggu 28 Februari 2026.
Ia menambahkan, penggunaan pupuk organik Biokonversi dan Biogranul memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Seluruh proses budidaya dilakukan tanpa menggunakan pupuk kimia, sehingga hasil panen diklaim sepenuhnya organik.
Rasyid berharap pendampingan kepada petani terus berlanjut agar semakin banyak petani yang mampu mengoptimalkan lahan marginal menjadi produktif dan bernilai ekonomi.
Keberhasilan ini menjadi contoh bahwa dengan teknologi tepat guna dan pendampingan berkelanjutan, lahan dengan keterbatasan unsur hara sekalipun dapat diubah menjadi sumber produksi pertanian yang menjanjikan, sekaligus mendorong praktik pertanian ramah lingkungan di wilayah Ternate Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....