Nasi Jaha Khas Ternate Resmi Dilindungi sebagai KIK
- 24 Feb 2026 09:46 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate – Nasi jaha menjadi makanan kegemaran masyarakat Maluku Utara khususnya warga Kota Ternate. Hidangan berbahan dasar ketan dan santan ini selalu hadir saat Ramadan maupun berbagai perayaan adat.
Pada bulan puasa, permintaan nasi jaha meningkat karena rasanya gurih dan mengenyangkan. Banyak warga memilihnya sebagai menu berbuka yang praktis serta mudah dibagikan bersama keluarga.
Risma, seorang pedagang, mengaku penjualan nasi jaha mengalami lonjakan selama Ramadan tahun ini. “Satu hari di bulan puasa, sekitar 5 bambu nasi jaha bisa terjual habis,” ucapnya, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menambahkan harga yang ditawarkan tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat setempat. “Tong jual Rp10 ribu dapat 4 buah potong,” katanya menjelaskan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, menyampaikan nasi jaha telah dicatat negara. Pencatatan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sebagai kekayaan intelektual komunal resmi.
Argap menjelaskan nasi jaha masuk kategori pengetahuan tradisional yang diwariskan turun temurun. Proses pembuatannya menggunakan bambu sebagai wadah bakar yang menjadi ciri khas masyarakat Ternate.
“Perlindungan kekayaan intelektual komunal di antaranya pengetahuan tradisional. Seperti nasi jaha bertujuan untuk mencegah eksploitasi oleh pihak luar,” kata Argap.
Ia menegaskan perlindungan tersebut juga menjaga identitas budaya serta memberikan manfaat ekonomi adil. Dengan pencatatan resmi, komunitas lokal memiliki dasar hukum atas warisan tradisional tersebut.
Kadiv Pelayanan Hukum, Rian Arvin, mengajak seluruh pihak aktif mencatatkan potensi budaya daerah. “Layanan permohonanan pencatatan KIK telah online bisa diakses dari mana saja,” ujarnya.
Menurutnya, Kanwil Kemenkum Malut siap memberikan pendampingan gratis bagi masyarakat pemohon. Upaya tersebut diharapkan memperluas perlindungan terhadap karya budaya tradisional di Maluku Utara.
Sementara itu, Syarif Hi. Sabatan dari Lembaga Seni Budaya Molokiyah menekankan nilai historis nasi jaha. “Nasi jaha merupakan representase sosial budaya masyarakat,” ujarnya mengenai kelestarian kuliner khas Ternate.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....