Jurnalis Malut Jadi Investor-MBG, Tepis Isu Program Eksklusif

  • 22 Feb 2026 18:38 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Di tengah gelombang kritik yang masih mengiringi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden Prabowo Subianto, seorang jurnalis asal Maluku Utara justru mengambil peran nyata di lapangan. Bukan hanya meliput, ia terjun langsung mendukung program tersebut melalui investasi sosial.

Sosok itu adalah Husen Hamid, jurnalis Media Times Indonesia, putra daerah Kota Ternate yang melaksanakan aktivitas peliputan di Taliabu. Saat sebagian pihak meragukan MBG dan menilainya hanya menguntungkan kelompok tertentu, Husen memilih terlibat langsung dengan membangun Dapur MBG di Desa Losseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, Pulau Taliabu.

Langkah tersebut membuat Husen tercatat sebagai salah satu jurnalis di Indonesia yang menjadi investor dalam program strategis nasional itu.

“Saya sadar, program ini menuai pro dan kontra. Tapi sebagai warga negara, khususnya sebagai putra Maluku Utara yang lahir dan besar di Ternate, saya merasa perlu mengambil peran lebih. Jika kita hanya menunggu program ini sempurna dari pemerintah tanpa ikut bergerak, kapan anak-anak bisa mendapatakn mendapatkan gizi yang layak?, seperti yang diharapkan bapak Presiden,” ujar Husen, Minggu 22 Februari 2026.

Ia juga menampik anggapan bahwa MBG hanya menjadi ladang keuntungan pengusaha besar atau elite politik.

“Saya dengar banyak tuduhan bahwa program ini hanya untuk pengusaha atau orang partai. Saya ingin membantah tegas anggapan itu. Saya ini jurnalis, bukan pengusaha besar, bukan politisi, tidak punya kedekatan khusus dengan partai manapun. Tapi nyatanya, saya bisa ikut ambil bagian. Saya punya ruang sebagai warga negara untuk mendukung program yang menurut saya baik untuk masa depan anak bangsa. Jadi jangan ada lagi framing bahwa program ini eksklusif atau hanya untuk kalangan tertentu. Ini program untuk rakyat, dan rakyat bisa terlibat,” ucapnya.

Menurut Husen, keterlibatannya bukan semata soal keuntungan finansial, melainkan investasi sosial jangka panjang bagi masyarakat kepulauan.

“Ini investasi sosial. Keuntungannya tidak saya ukur dari rupiah yang kembali ke kantong, tetapi dari peningkatan berat badan anak-anak, dari ibu-ibu yang nantinya punya penghasilan, dan dari petani yang ladangnya mulai dipanen untuk program negara. Saya orang Maluku Utara, saya tahu betul bagaimana kondisi saudara-saudara kita di kepulauan. Ini panggilan hati, bukan hitungan bisnis semata,” katanya.

Dapur MBG di Desa Losseng nantinya melayani ribuan kebutuhan gizi anak-anak di wilayah Taliabu Timur Selatan. Operasional dapur juga melibatkan tenaga kerja lokal serta memprioritaskan bahan pangan dari petani dan UMKM setempat.

“Setiap porsi makanan yang keluar dari dapur ini bukan hanya tentang kenyang, tetapi tentang harapan. Harapan bahwa anak-anak di ujung timur Indonesia ini memiliki tinggi badan dan kecerdasan yang sama dengan anak-anak di kota besar. Ini investasi jangka panjang pada SDM Maluku Utara,” ucap Husen.

Namun, perjalanan membangun dapur tersebut penuh tantangan. Akses wilayah yang hanya bisa ditempuh lewat laut serta keterbatasan listrik menjadi hambatan utama.

“Jujur, ini pengalaman yang menguji kesabaran dan ketahanan. Saya pikir karena sudah terbiasa meliput keliling Maluku Utara, saya tahu medannya. Tapi ternyata menjadi eksekutor di lapangan jauh berbeda dengan sekadar meliput,” kenangnya.

Seluruh material dapur bahkan harus dikirim dari Jakarta, bergantung pada cuaca laut yang sering tak bersahabat.”Kadang cuaca buruk, barang tidak bisa dikirim berhari-hari. Kami harus menunggu, sementara target penyelesaian terus berjalan. Ini benar-benar menguras kesabaran dan waktu, semua alat yang disiapkan saya datangkan langsung dari Jakarta,” ujarnya.

Lonjakan biaya logistik pun tak terhindarkan. Tapi ini kata dia, konsekuensi yang harus di terima karena ingin memastikan dapur ini selesai dan anak-anak di wilayah terluar ini juga mendapatkan hak gizi yang sama..

Di tengah kritik terhadap program MBG secara nasional, Husen memilih berkontribusi langsung ketimbang hanya bersuara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....