Ramadan dan Imlek 2026, Momen Perkuat Toleransi Antarumat

  • 17 Feb 2026 08:00 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada 2026, semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama kembali mengemuka. Momentum langka ini dinilai sebagai kesempatan emas untuk memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku Utara.

Kedekatan dua hari besar keagamaan tersebut bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan ruang refleksi bersama tentang pentingnya persaudaraan. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, masyarakat Maluku Utara diharapkan mampu menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan yang mempersatukan.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Maluku Utara, H. Safri Kamaria, dalam Dialog Ternate Sore Ini Senin, 16 Februari 2026. Ia menegaskan, kedekatan Ramadan dan Imlek tahun ini harus dimaknai sebagai anugerah yang patut disyukuri bersama.

Menurutnya, masyarakat Maluku Utara yang hidup dalam keberagaman telah memiliki modal sosial yang kuat untuk menjaga harmoni. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak menjadikan momentum ini sebagai penguat komitmen persaudaraan lintas iman dan budaya.

“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri dan meningkatkan empati, sementara Imlek mengajarkan pentingnya kebersamaan dan rasa syukur. Ketika dua momen ini berdekatan, maka pesan toleransi harus semakin diperkuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda sangat penting dalam menjaga suasana tetap kondusif. Terlebih di era digital, ruang publik dan media sosial harus menjadi sarana menyebarkan pesan damai, bukan memperkeruh suasana.

Kedekatan Ramadan dan Imlek 2026 juga menjadi refleksi nyata dari semangat moderasi beragama yang terus digaungkan pemerintah. Konsep ini menekankan sikap adil, seimbang, serta menghormati perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di Maluku Utara, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dinilai telah berjalan baik. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin diperkuat agar setiap perayaan keagamaan berlangsung aman, nyaman, dan penuh kedamaian.

Menyambut Ramadan dan Imlek 2026, masyarakat diajak untuk saling memberi ucapan selamat, menjaga ketertiban lingkungan, serta menghormati umat yang sedang menjalankan ibadah. Sikap saling menghargai ini diyakini menjadi fondasi kuat dalam merawat persatuan.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi. Dengan semangat persaudaraan dan toleransi, Maluku Utara diharapkan terus menjadi contoh daerah yang rukun dalam bingkai kebhinekaan.

“Semoga Ramadan membawa keberkahan dan Imlek membawa kebahagiaan bagi kita semua. Mari kita jaga persatuan dan kedamaian di bumi Moloku Kie Raha,” ucap Safri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....