Lima Perempuan Pelaku Pengeroyokan di Halbar Diringkus Polisi
- 07 Feb 2026 07:36 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halmahera Barat: Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Barat mengamankan lima perempuan terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang remaja perempuan berinisial NI (16). Kasus ini sempat viral di berbagai platform media sosial dan menuai ratusan komentar warganet.
Kelima terduga pelaku masing-masing berinisial SM (19), WI (19), SAS (23), DMS (19), dan SMB (23). Peristiwa dugaan pengeroyokan terjadi pada Rabu, 5 Februari 2026, sekitar pukul 24.00 WIT, di kawasan wisata Pemandian Air Panas, Desa Galala, Kecamatan Jailolo, saat korban tengah bersantai bersama rekannya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar serta merasakan nyeri di bagian kepala belakang dan leher akibat pukulan dan tendangan para pelaku. Kapolres Halmahera Barat AKBP Teguh Patriot, mengatakan kelima terduga pelaku tersebut telah berhasil diamankan.
Pengamanan terhadap terduga pelaku dilakukan kurang dari dua jam setelah video kejadian tersebut tersebar luas di media sosial. “Selain karena video yang viral, pengamanan dilakukan setelah adanya laporan resmi dari korban yang diterima di SPKT Polres Halmahera Barat,” ujar Kapolres, dikonfirmasi Sabtu, 7 Februari 2026.
Kapolres menjelaskan, setelah menerima laporan dan melihat dampak luas dari penyebaran video, dirinya langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak cepat mengamankan para terduga pelaku. “Para terduga pelaku diamankan di kediaman masing-masing dan selanjutnya dibawa ke Polres Halmahera Barat untuk dimintai keterangan di Unit PPA Satreskrim,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman di media sosial. Akun Facebook korban diduga digunakan oleh pihak lain untuk mengirim pesan yang menyinggung perasaan salah satu pelaku.
“Korban mengaku handphonenya telah hilang sejak setahun lalu. Namun akun Facebook-nya masih tertaut di ponsel rekannya tanpa sempat dikeluarkan. Hal ini yang diduga memicu kemarahan para pelaku,” kata Kapolres, menambahkan.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. “Kami pastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Kami juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial sehingga kejadian serupa tidak terulang,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....