Gubernur Sherly Dorong Kemandirian Nelayan Maluku Utara
- 07 Feb 2026 04:24 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian dan profesionalisme nelayan di wilayahnya melalui dukungan fasilitas permodalan dan penguatan manajemen usaha. Hal tersebut disampaikan Sherly usai menghadiri sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan yang digelar di SMA Negeri 5 Ternate, Kota Ternate, Jumat 6 Februari 2026.
Menurut Sherly, program sosialisasi ini bertujuan mendorong nelayan Maluku Utara naik kelas — dari sekadar bertahan hidup menjadi berkembang, dari bergantung menjadi mandiri, serta dari sektor informal menuju usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan.
“Pemerintah hadir sebagai regulator dan fasilitator. Kita membangun kolaborasi dengan perbankan agar nelayan punya akses permodalan yang sehat dan terjangkau,” ujar Sherly.
Dalam program ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia sebagai mitra penyalur KUR khusus sektor perikanan.
Sherly mengungkapkan, jumlah nelayan di Maluku Utara saat ini mencapai sekitar 36 ribu orang. Sementara itu, setiap tahun pemerintah daerah telah menyalurkan kurang lebih 200 unit kapal melalui Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai bentuk dukungan sarana produksi.
Ke depan, kata dia, pola bantuan akan dikombinasikan dengan skema pembiayaan usaha agar nelayan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.
“Pemprov membantu mesin 15 PK. Untuk kapal bisa melalui KUR. Begitu juga nelayan yang belum punya mesin maupun perahu, semua bisa diakses lewat pembiayaan KUR,” ucapnya.
Dalam skema yang disosialisasikan, pinjaman KUR senilai Rp35 juta memiliki cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan, Rp40 juta sekitar Rp700 ribu per bulan, dan Rp50 juta dengan angsuran kurang lebih Rp900 ribu per bulan.
Sherly berharap, akses permodalan tersebut dibarengi dengan peningkatan kapasitas manajemen usaha nelayan, sehingga produktivitas dan kesejahteraan mereka dapat meningkat secara berkelanjutan.
“Kita ingin nelayan Maluku Utara lebih mandiri, mampu mengelola usaha dengan baik, dan tidak lagi terjebak dalam pola ekonomi subsisten,” kata Gubernur perempuan pertama di Malut ini.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Sekprov Samsuddin A Kadir, jajaran pimpinan OPD, serta perwakilan sektor perbankan dan industri kelautan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....