Polres Halteng Laksanakan Apel Operasi Keselamatan Kieraha 2026
- 03 Feb 2026 10:02 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Halmahera Tengah – Polres Halmahera Tengah, Maluku Utara melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Kie Raha Tahun 2026 pada Senin 2 Februari 2026 pukul 08.00 WIT, bertempat di Lapangan Polres Halmahera Tengah.
Apel gelar pasukan dipimpin oleh Wakapolres Halmahera Tengah, Kompol Hefrizon, yang mewakili Kapolres Halmahera Tengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait sebagai bentuk sinergitas lintas sektoral dalam mendukung pelaksanaan operasi, dengan mengusung tema “Terwujudnya KAMSELTIBCARLANTAS yang aman, nyaman, dan selamat menjelang Operasi Ketupat 2026”.
Adapun pejabat dan tamu undangan yang hadir antara lain Lettu Salim Kapitanhitu (Pasi Ops Kodim 1512/Weda), Dedi Muhammad (Kadis Perhubungan Kabupaten Halmahera Tengah), Elasabtu Rahman Sandy (Kasidatum Kejari Halteng), Yasri Bahrudin (Camat Weda), Serda Rizki (perwakilan Danpos Lanal Weda), serta para Pejabat Utama Polres Halteng.
Pasukan apel terdiri dari satu regu personel Kodim 1512/Weda, satu regu Dalmas Polres Halteng, satu regu gabungan staf Polres Halteng, satu regu Satlantas Polres Halteng, satu regu Satreskrim/Intel Polres Halteng, satu regu Satpol PP Kabupaten Halmahera Tengah, dan satu regu Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Tengah.

Dalam amanat Kapolda Maluku Utara yang dibacakan oleh pimpinan apel Wakapolres Halmahera Tengah, Kompol Hefrizon mengatakan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan masyarakat yang sangat vital dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial.
“Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, intensitas mobilitas masyarakat dan volume kendaraan dipastikan akan meningkat,” ucapnya.
Hefrizon menyatakan, untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Korlantas Polri melaksanakan Operasi Keselamatan 2026 secara serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi ini bertujuan menciptakan kondisi Kamseltibcarlantas sebagai tahap awal menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib, patuh, dan disiplin dalam berlalu lintas,” ujarnya.
Amanat tersebut juga menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana transportasi dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Keberhasilan operasi ini membutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektoral dari seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, personel di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan langkah preemtif dan preventif secara humanis, dengan tindakan represif sebagai upaya terakhir.
Adapun pelanggaran yang menjadi sasaran prioritas meliputi tidak menggunakan helm dan sabuk pengaman, melawan arus, pengendara di bawah umur, penggunaan ponsel saat berkendara, balap liar, pelanggaran batas kecepatan, serta berkendara di bawah pengaruh alkohol atau narkoba.
Hefrizon menjelaskan, berdasarkan data IRSMS Korlantas Polri, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Maluku Utara dalam tiga bulan terakhir menunjukkan kecenderungan meningkat, termasuk korban fatalitas.
Oleh karena itu, seluruh personel diharapkan dapat menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan mengedepankan empati dan tanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....