Cuaca Ekstrem Berlanjut, Gubernur Sherly Minta Warga Waspada

  • 19 Jan 2026 20:37 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate- Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Sherly Tjoanda sebagai tindak lanjut peringatan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, BMKG memprakirakan potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang akan melanda wilayah Maluku Utara pada periode 19 hingga 25 Januari 2026. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang, terutama di wilayah dataran rendah dan kawasan perbukitan.

Gubernur Sherly menyampaikan, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan warga. Karena itu, masyarakat diminta untuk aktif memantau perkembangan informasi cuaca serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada, khususnya yang berada di daerah rawan banjir dan longsor. Pantau terus informasi resmi dari BMKG dan segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat,” ujar Sherly, Senin (19/1/2026).

Selain kepada masyarakat, Gubernur juga meminta jajaran pemerintah daerah, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, lurah, hingga kepala desa, agar meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah tersebut meliputi pemantauan wilayah secara intensif serta memastikan kesiapan prosedur penanganan cepat apabila terjadi bencana.

Sebelumnya, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem pada periode 12–18 Januari 2026 yang langsung direspons cepat oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Anomali cuaca yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir tercatat telah menimbulkan sejumlah bencana ekologis, di antaranya banjir di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat yang mengakibatkan kerusakan pada beberapa infrastruktur.

Sebagai langkah antisipasi, Gubernur Sherly turut mengingatkan masyarakat untuk melakukan sejumlah upaya pencegahan, antara lain segera mengevakuasi diri ke tempat aman apabila terjadi potensi banjir atau longsor, menghindari aktivitas di kawasan rawan seperti pesisir pantai dan perbukitan, serta menjauhi pepohonan tua yang berisiko tumbang. Warga juga diminta untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan darat, laut, maupun udara, serta hanya mengakses informasi resmi dari BMKG.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap seluruh lapisan masyarakat dapat merespons imbauan tersebut secara serius demi keselamatan bersama dan meminimalkan risiko akibat dampak cuaca ekstrem.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....