Bulog Akui Keterbatasan Gudang di Maluku Utara

  • 18 Jan 2026 19:11 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Perum Bulog Cabang Ternate mengakui masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga kelancaran distribusi pangan di Provinsi Maluku Utara. Keterbatasan infrastruktur pergudangan menjadi kendala utama, terutama mengingat karakteristik wilayah yang didominasi oleh kepulauan dan daerah terpencil.

Kepala Perum Bulog Cabang Ternate, Jefry Tanasy, mengatakan saat ini Bulog hanya memiliki dua kompleks pergudangan yang berlokasi di Kota Ternate dan Kota Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara. Kondisi tersebut membuat distribusi pangan ke kabupaten lain belum optimal.

“Secara infrastruktur, Bulog di Maluku Utara masih cukup terbatas. Kami hanya memiliki dua kompleks gudang, sehingga distribusi ke kabupaten lain cukup terkendala,” ujar Jefry, Minggu, 18 Januari 2026.

Ia menjelaskan, tantangan distribusi semakin besar karena sebagian wilayah Maluku Utara masuk kategori daerah 3T (terluar, terdepan, dan terpencil). Faktor geografis ini menjadi perhatian pemerintah pusat, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

Menjawab persoalan tersebut, pemerintah telah menyetujui penambahan tujuh kompleks pergudangan baru di Maluku Utara. Persetujuan tersebut diberikan pada tahun 2025 dan rencananya gudang-gudang baru akan dibangun di tujuh kabupaten strategis.

“Gudang baru akan dibangun di Kabupaten Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Halmahera Barat,” ujarnya.

Jefry menambahkan, pembangunan gudang tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun ini. Kehadiran fasilitas baru itu diharapkan dapat memperkuat sistem logistik pangan di Maluku Utara.

“Insyaallah, pembangunan sudah mulai dilakukan tahun ini. Dengan tambahan tujuh kompleks pergudangan, distribusi dan ketersediaan pangan akan jauh lebih terbantu,” katanya.

Menurut Jefry, pembangunan gudang tidak hanya berfungsi untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan, tetapi juga sebagai cadangan strategis dalam kondisi darurat. Dalam situasi tertentu seperti bencana alam, keberadaan gudang dengan stok pangan yang memadai memungkinkan pemerintah bergerak cepat menangani kebutuhan masyarakat.

“Gudang ini juga penting untuk penanganan kondisi darurat. Jika terjadi bencana, pemerintah bisa segera menyalurkan cadangan pangan untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak,” kata Jefri, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....