Kondisi Asrama-Mahasiswa di Yogyakarta dapat Perhatian Gubernur Sherly
- 10 Jan 2026 06:48 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Kepedulian Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, terhadap masa depan generasi muda kembali ditunjukkan melalui perhatian serius pada kondisi Asrama Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta. Bangunan asrama yang terletak di kawasan Bausasran itu kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan renovasi menyeluruh.
Asrama yang berdiri di atas lahan seluas 30 x 12 meter tersebut memiliki enam kamar, satu dapur, dan ruang tamu. Saat ini, bangunan itu dihuni 12 mahasiswa asal Maluku Utara yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Pelajar. Namun, kondisi fisik asrama tak lagi layak atap bocor, sanitasi tidak berfungsi, hingga persoalan pengelolaan sampah yang berlarut.
Fakta ini terungkap saat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Jumat (9/1/2026). Kunjungan tersebut, kata Abubakar, merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Gubernur Sherly Tjoanda.
“Kunjungan ini merupakan perintah langsung Ibu Gubernur untuk melihat secara langsung kondisi asrama mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta,” ujar Abubakar saat dihubungi rri.co.id, Sabtu (10/1/2026).
Ia menuturkan, kebocoran atap membuat para mahasiswa harus berjibaku dengan genangan air setiap kali hujan turun. Kondisi yang lebih memprihatinkan, fasilitas toilet asrama sudah tidak dapat digunakan sejak 2022.”Untuk keperluan sanitasi, mahasiswa terpaksa pergi ke SPBU, kafe, atau masjid terdekat,” ucapnya.

Persoalan lain yang tak kalah serius adalah pengelolaan sampah. Tidak tersedianya tempat penampungan sampah menyebabkan limbah rumah tangga menumpuk di dalam area asrama. Di sisi lain, penghuni dilarang membakar sampah dan harus menunggu pengangkutan, sehingga lingkungan asrama menjadi tidak sehat.
Seluruh temuan tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Sherly. Menindaklanjuti laporan itu, Gubernur memerintahkan agar dilakukan koordinasi dengan dinas teknis terkait untuk menilai tingkat kerusakan bangunan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran renovasi.
“Ibu Gubernur juga memerintahkan agar akses menuju kampus diperhatikan, sehingga mobilitas mahasiswa bisa lebih mudah dan aman,” kata Abubakar.
Di sela kunjungan, Abubakar yang akrab disapa Aka menyampaikan pesan Gubernur Sherly mengenai komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut Gubernur, potensi besar daerah hanya dapat dikelola secara optimal jika ditopang oleh generasi muda yang terdidik dan berkualitas.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga telah menjalin komunikasi dengan Universitas Gadjah Mada untuk memberikan afirmasi dalam penerimaan mahasiswa baru asal Maluku Utara.
Sementara itu, menanggapi keluhan mahasiswa terkait Beasiswa Bangkit, Abubakar menjelaskan bahwa program tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan data Kementerian Sosial. Untuk kebijakan lanjutan, pihaknya masih menunggu arahan pimpinan daerah.
Perhatian Gubernur Sherly atas kondisi asrama ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir hingga ke ruang-ruang kecil tempat mahasiswa berjuang menata masa depan bahwa pendidikan bukan sekadar janji, melainkan tanggung jawab yang harus dirawat dengan kepedulian nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....