Kompetisi Tari Malut 2025 Lahirkan Bintang Baru

  • 05 Jan 2026 15:03 WIB
  •  Ternate

KBRN, Sofifi: North Maluku Dance Competition 2025 bertajuk Dance The Story Spice Island sukses digelar dan meninggalkan catatan penting bagi perkembangan seni pertunjukan Maluku Utara. Selama 28-30 Desember 2025, alun-alun ibu kota provinsi di Sofifi menjadi panggung ekspresi puluhan sanggar dan komunitas tari dari berbagai daerah.

Ajang ini diikuti lebih dari 50 grup perwakilan kabupaten/kota dan mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Tari Kreasi Berbasis Tradisi, Malut Menari, dan Modern Dance. Kompetisi berlangsung ketat dan menunjukkan lompatan kualitas, baik dari sisi koreografi, pengolahan gerak, maupun keberanian menghadirkan gagasan baru yang tetap berpijak pada nilai tradisi.

Daftar Lengkap Juara North Maluku Dance Competition 2025

Kategori Tari Kreasi Berbasis Tradisi

• Juara I: SMA Negeri 11 Tidore Kepulauan

• Juara II: Sanggar Gendang Gamalama – Ternate

• Juara III: Sanggar Moro Daloha – Pulau Morotai

• Penari Terbaik I: Rahmat Saputra (SMA Negeri 11 Tidore Kepulauan)

• Penari Terbaik II: Jumiyanti Umar (Sanggar Gendang Gamalama – Ternate)

• Kostum Terbaik: SMA Negeri 11 Tidore Kepulauan

Kategori Malut Menari

• Juara I: Sanggar Gendang Gamalama – Ternate

• Juara II: Sanggar Ngolo Maparada – Ternate

• Juara III: Halbar Bersatu – Halmahera Barat

• Penari Terbaik I: Sartika Jadid Syahdan (Sanggar Ngolo Maparada – Ternate)

• Penari Terbaik II: Muhammad Dzulfitrah (Sanggar Impian Anak Negeri – Halmahera Selatan)

• Kostum Terbaik: Sanggar Spenseven – Ternate

Kategori Modern Dance

• Juara I: D’TDC – Ternate

• Juara II: Bad Lier – Ternate

• Juara III: Deadline – Ternate

• Penari Terbaik I: Adiva Febriyanti (D’TDC – Ternate)

• Penari Terbaik II: Abdillah Nurdin (Bad Lier – Ternate)

• Kostum Terbaik: Deadline – Ternate

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku Utara, Tahmid Wahab, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta menjadi bukti kuat antusiasme insan seni pertunjukan di daerah.

“Alhamdulillah berjalan lancar, semua penilaian dilakukan secara objektif tanpa intervensi dari pemerintah daerah, sehingga menghasilkan para juara yang benar-benar terbaik dari yang baik,” ujar Tahmid kepada rri.co.id, Senin (5/1/2026).

Salah satu dewan juri, Isa Al Awam Hadi Usman, menilai perkembangan kualitas sanggar di Maluku Utara sangat signifikan. Ia mengapresiasi keberanian para koreografer dan penari dalam menghadirkan ide-ide baru tanpa meninggalkan akar tradisi, baik dari Ternate, Tidore, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, hingga Pulau Morotai.

Menurutnya, semangat eksplorasi dan profesionalisme peserta menjadi indikator positif bagi masa depan seni tari di Maluku Utara. Ajang ini pun dinilai tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga memperkuat ekosistem seni pertunjukan yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....