Festival Qasidah Hadirkan Panggung Seni Religi di Sofifi
- 28 Nov 2025 03:44 WIB
- Ternate
KBRN, Sofifi: Alun-Alun Sofifi kembali menjadi pusat perhatian ribuan warga saat Festival Lomba Qasidah Rebana Klasik dan Bintang Vokalis resmi dibuka pada Kamis (27/11/25). Selama tiga hari, panggung besar yang berdiri megah di pusat ibu kota itu menjadi arena unjuk bakat bagi kurang lebih 300 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.
Ajang yang digagas melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Muslimat NU Maluku Utara ini tidak hanya menjadi perayaan seni bernuansa religi, tetapi juga wadah besar pencarian talenta. Tahun ini, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 400 juta, menjadikannya salah satu event seni religi terbesar di kawasan tersebut.
"Ini bukan sekadar lomba, ini multi-efek,” kata Gubernur Sherly Tjoanda dalam sambutannya, disambut tepuk tangan para peserta.
Sherly Tjoanda menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa festival ini memiliki peran strategis dalam menggali potensi masyarakat, khususnya para muslimat NU.
"Kenapa qasidah? Karena saya senang melihat ibu-ibu semua mendapatkan panggung untuk mengekspresikan kemampuan diri masing-masing," ujarnya.
Sherly juga menyoroti nilai-nilai seni yang menenangkan, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya adab, rasa syukur, serta kebaikan. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas jiwa dan budaya masyarakat.
Ia menyebut pembangunan yang ideal mencakup pembangunan peradaban, seni, silaturahmi, dan kasih sayang, sesuatu yang menurutnya sejalan dengan makna seni qasidah itu sendiri.
Dengan tampilnya peserta di panggung besar dan dukungan sound system terbaik di Maluku Utara, Gubernur Sherly meminta para juri nasional memberikan penilaian seobjektif mungkin, sesuai kualitas para peserta. Sherly bahkan menjanjikan peningkatan fasilitas pada penyelenggaraan tahun depan.
Ia memastikan festival ini akan menjadi agenda tahunan, dengan fasilitas yang lebih nyaman, mulai dari tenda yang lebih luas hingga pendingin ruangan.
Pemenang kategori qasidah klasik juga akan memperoleh kesempatan istimewa untuk mewakili Maluku Utara di kompetisi tingkat nasional, dan seluruh biaya perjalanan ditanggung oleh Pemprov Malut.
Gubernur Sherly turut memuji kontribusi Muslimat NU dalam menjaga ruang-ruang kebaikan, memberdayakan perempuan, serta membina akhlak keluarga. Ia berharap Muslimat NU bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Malut dapat mengikuti pelatihan menjadi paralegal.
Langkah ini dinilai penting agar mereka dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pemahaman hukum dasar dan mediasi di tingkat desa dan kelurahan.
"Semoga kerja kita selalu seimbang, fisiknya maju tapi hatinya tetap teguh, provinsinya berkembang tetapi warganya tetap rukun," kata Sherly.
Pembukaan festival turut dihadiri para juri qasidah nasional, Ketua TP PKK Maluku Utara Hj. Rusni Sarbin, Ketua Tanfidziyah NU Malut, dewan pakar Muslimat NU, para pimpinan OPD, perwakilan kontingen dari berbagai daerah, serta masyarakat Sofifi yang memenuhi area alun-alun.
Festival ini tak hanya menjadi arena kompetisi seni religi, tetapi juga ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan persaudaraan warga Maluku Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....