IPM Maluku Utara Meningkat, Status Pembangunan Tetap “Tinggi”
- 18 Nov 2025 19:15 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Utara terus menunjukkan kemajuan. IPM Provinsi Maluku Utara naik dari 69,30 pada 2020 menjadi 72,52 pada 2025.
“IPM Maluku Utara tahun 2025 tercatat 72,52, meningkat 0,68 poin atau 0,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan IPM periode 2020–2025 mencapai 0,91 persen per tahun," kata Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, Selasa (18/11/2025).
Menurutnya, peningkatan IPM 2025 didorong seluruh dimensi penyusunnya, terutama standar hidup layak dan pengetahuan. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) tumbuh 1,39 persen, lebih tinggi dibanding 2024 yang sebesar 1,19 persen.
Sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) stagnan di 0,07 persen. Pengeluaran riil per kapita tumbuh 3,14 persen dan Umur Harapan Hidup (UHH) naik 0,59 persen.
UHH Maluku Utara meningkat dari 71,05 tahun pada 2024 menjadi 71,47 tahun pada 2025, atau naik 0,42 tahun. Secara keseluruhan, UHH bertambah 1,41 tahun selama 2020–2025.
Pada dimensi pendidikan, HLS meningkat 0,09 tahun dalam lima tahun terakhir. “Pada 2025, anak usia 7 tahun memiliki harapan bersekolah selama 13,76 tahun, naik 0,01 tahun dari 2024,” ucap Simon.
RLS juga naik dari 9,37 tahun menjadi 9,50 tahun, menandai tercapainya program Wajib Belajar 9 Tahun di Maluku Utara. Untuk dimensi standar hidup, pengeluaran riil per kapita pada 2025 mencapai Rp 9,61 juta, naik Rp 293 ribu atau 3,14 persen dari tahun sebelumnya.
Selaras dengan naiknya IPM provinsi, seluruh kabupaten/kota juga mencatat peningkatan. Pulau Morotai menjadi daerah dengan pertumbuhan IPM tertinggi, dari 66,91 (2024) menjadi 67,86 (2025), atau naik 1,42 persen.
Pada 2025 terdapat empat kabupaten/kota berstatus pembangunan tinggi, lima berstatus sedang. Dan Kota Ternate menjadi satu-satunya daerah dengan status pembangunan manusia sangat tinggi (IPM ≥ 80).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....