Distan Ternate Dorong Pangan Lokal
- 22 Sep 2025 14:47 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Dinas Pertanian Kota Ternate terus mendorong penguatan pangan lokal melalui komoditas tanaman berbasis lahan terbatas. Program ini difokuskan pada pengembangan ubi kayu, jagung, serta berbagai jenis sayuran dan buah-buahan lokal.
Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, menyebut sektor pertanian menjadi tulang punggung peningkatan ekonomi masyarakat. "Fokus kami mendorong petani agar sektor pertanian benar-benar menopang kesejahteraan,” ujar Thamrin saat diwawancarai, Senin (22/9/2025).
Menurut Thamrin, untuk komoditas ubi kayu tidak ada lokasi lahan khusus akibat keterbatasan ketersediaan lahan pertanian. Ia menjelaskan penanaman ubi kayu dilakukan secara terpisah dengan pola variatif yang diterapkan petani Ternate.
“Dalam satu lahan, petani biasa menanam sayuran, pisang, ubi kayu, dan tanaman lainnya secara bersamaan,” ujar Thamrin. Pola tanam variatif ini dinilai adaptif dengan kondisi geografis Ternate yang berbeda dari daerah pertanian besar.
Thamrin menegaskan ketahanan pangan merupakan tugas utama pemerintah daerah, meski kondisi geografis Ternate memiliki keterbatasan tertentu. Ia mencontohkan wilayah seperti Halmahera Timur, Pulau Jawa, dan Sulawesi memiliki bentang lahan pertanian lebih luas.
Pengembangan pertanian di Ternate lebih banyak diarahkan pada sektor perkebunan dan hortikultura yang memiliki potensi unggulan. Komoditas tomat, cabai, serta sayuran lokal dinilai paling menjanjikan dalam mendukung ketersediaan pangan secara berkelanjutan.
Sebagian besar kebutuhan sayuran masyarakat Ternate kini telah mampu dipenuhi secara lokal oleh petani daerah. Meski demikian, beberapa komoditas seperti kol, wortel, dan kentang masih sulit dibudidayakan karena faktor alam.
“Untuk kangkung dan bayam, kita sudah surplus dengan pasokan lokal. Sedangkan cabai dan tomat mencapai 60-80 persen pasokan lokal, meski permintaan pasar tetap sangat tinggi,” katanya menambahkan.
Selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Ternate, hasil pertanian juga dipasarkan ke wilayah sekitar. Distribusi utama hasil pertanian lokal mencakup daerah Obi dan Weda yang menjadi pasar penopang tambahan.
Dinas Pertanian juga menjalin kerja sama dengan TNI, Polri, serta elemen masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan. Kolaborasi tersebut selaras dengan program nasional Asta Cita yang menekankan penguatan kemandirian pangan di berbagai daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....