Jejak Harmoni Alam dan Tambang Emas Gosowong
- 11 Agt 2025 21:52 WIB
- Ternate
KBRN, Gosowong: Setiap 10 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Konservasi Alam Nasional, sebuah momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian bumi. Di tengah gaung peringatan itu, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) pengelola Tambang Emas Gosowong di Halmahera Utara menegaskan komitmen mereka menjaga alam, bukan hanya dalam wacana, tetapi melalui langkah nyata.
Hampir tiga dekade beroperasi, NHM tetap menjaga hubungan selaras dengan lingkungan. Seakan menjadi mitra alam, perusahaan ini mengelola sumber daya bumi Halmahera tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistemnya.
Di area kontrak karya seluas 29.622 hektare, NHM membangun Nursery seluas lebih dari 8.000 meter persegi. Tempat ini bukan sekadar pusat pembibitan tanaman endemik Halmahera untuk reklamasi tambang, tetapi juga simbol harapan akan masa depan yang lebih hijau. Setiap bibit pohon dirawat teliti, sebagai wujud tanggung jawab ekologis yang berkelanjutan.
Operasional NHM ditopang oleh dua tambang bawah tanah Kencana dan Toguraci yang memungkinkan penambangan berlangsung tanpa merusak hutan di permukaan. Metode ini terbukti lebih ramah lingkungan dibanding tambang terbuka, karena ekosistem tetap terjaga, tutupan hutan tidak terganggu, dan kawasan kritis seperti hutan lindung tetap utuh.
“Penambangan bawah tanah menjadi pendekatan yang lebih bersahabat bagi hutan di sekitar area tambang. Ekosistem flora dan fauna tetap terlindungi, dan kami patuh sepenuhnya pada regulasi pemerintah,” ujar Widi Wijaya, Manajer Health, Safety, and Environment NHM, Senin (11/8/2025).
Pandangan ini juga diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, Yudihart Noya. Menurutnya, tambang bawah tanah seperti NHM mampu mempertahankan keseimbangan hutan di atasnya, selama ada pengawasan dan pemantauan rutin.
Komitmen NHM pada kelestarian alam semakin nyata dengan hadirnya “Kantong Satwa” kawasan bekas tambang yang direklamasi menjadi habitat baru bagi satwa liar. Bersebelahan langsung dengan hutan asli Halmahera, area ini kini menjadi rumah bagi spesies endemik seperti burung Paruh Bengkok, Burung Gosong, Kuskus, dan fauna khas lainnya. Tim pemantauan secara berkala mencatat perkembangan populasi flora dan fauna di kawasan ini.
“Kantong Satwa membuktikan reklamasi bisa lebih dari sekadar menutup bekas tambang. Ia menjadi ruang hidup baru dan bukti bahwa tambang dan alam dapat berjalan beriringan,” kata Widi.
Seluruh langkah ini merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan terpadu yang telah diakui melalui Sertifikasi ISO 14001. Bagi NHM, sertifikasi ini bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi representasi komitmen untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan secara konsisten.
Dengan prinsip tersebut, Tambang Emas Gosowong hadir bukan sebagai ancaman, melainkan mitra bagi kelestarian alam dan masa depan masyarakat Halmahera Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....