Rektor Unipas Soroti Kesenjangan Pendidikan di Daerah 3T
- 23 Apr 2025 22:16 WIB
- Ternate
KBRN,Ternate: Rektor Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, Irfan Hi. Abd Rahman, menilai bahwa pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Pulau Morotai, masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan.
Hal ini diungkapkan Irfan dalam dialog Pro 1 RRI bertema "Tantangan dan Harapan Pendidikan di Daerah 3T."
Irfan mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pendidikan di wilayah 3T memiliki kompleksitas tersendiri, sehingga pendekatan yang digunakan juga harus bersifat spesifik.
“Daerah tertinggal tentu memiliki keterbatasan, baik dari sisi infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Kami berkeyakinan bahwa kemajuan pendidikan dapat menjadi kunci untuk mengatasi ketertinggalan,” kata Irfan, Rabu (23/4/2025).
Ia menambahkan, saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Morotai berada di urutan kedua terbawah dari 10 kabupaten/kota di Maluku Utara. Hal ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan di Morotai, sekaligus pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
“Pembangunan harus merata, terutama dalam sektor pendidikan. Kami berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat memberikan perhatian serius dalam alokasi anggaran yang berpihak pada wilayah 3T,” ujar Irfan.
Lebih lanjut, ia berharap ke depan Morotai dapat dikenal sebagai beranda depan Indonesia di kawasan Pasifik, dengan citra positif melalui kemajuan di bidang pendidikan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri Daruba Morotai, Nilla Timbuleng, menambahkan bahwa pemerataan sarana dan prasarana pendidikan di Morotai, khususnya untuk pendidikan khusus, masih sangat kurang.
“Kami di SLB Morotai merasakan langsung tantangan seperti tenaga pengajar khusus masih sangat kurang, dan fasilitas penunjang sangat minim. Di era digital ini, kebutuhan akan informasi tinggi, tapi akses internet sangat terbatas,” kata Nilla, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....