Menghidupkan Bahasa Daerah Lewat Buku Gapolida
- 19 Des 2024 21:46 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Dalam upaya melestarikan keberagaman budaya Indonesia, penerbitan buku berbahasa daerah kini menjadi salah satu solusi utama untuk menghidupkan dan memperkenalkan kembali bahasa daerah yang semakin terpinggirkan.
Dengan semakin banyaknya bahasa daerah yang terancam punah, penerbitan buku yang menggunakan bahasa daerah diharapkan dapat berperan sebagai media pembelajaran sekaligus sarana pelestarian.
Berdasarkan laporan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, lebih dari 100 bahasa daerah di Indonesia terancam punah dalam waktu dekat.
Bahasa-bahasa tersebut kini hanya digunakan oleh generasi tua, sementara generasi muda cenderung lebih fasih berbahasa Indonesia, bahkan dalam beberapa kasus, bahasa asing.
Menyadari hal tersebut, berbagai inisiatif untuk melestarikan bahasa daerah melalui media yang lebih menarik, seperti buku, mulai muncul. Wahyudin D. Gafur sastrawan Muda Maluku Utara menulis buku puisi dua bahasa berjudul Gapolida.
"Buku merupakan media yang sangat efektif untuk mengenalkan dan mengajarkan bahasa daerah kepada anak-anak. Selain menyampaikan Puisi, buku ini juga dapat memperkenalkan kosakata, cara pengucapan, dan struktur bahasa daerah," ujarnya.
Selain sebagai upaya pelestarian, penerbitan buku Puisi berbahasa daerah juga diharapkan dapat menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat. Dengan menawarkan puisi yang kaya akan nilai budaya lokal, buku ini tidak hanya memperkenalkan bahasa daerah, tetapi juga meningkatkan pemahaman tentang keberagaman budaya Ternate.
"Jika kita bisa menggugah kesadaran generasi muda untuk lebih mencintai bahasa dan budaya mereka melalui buku, maka kita tidak hanya melestarikan bahasa daerah, tetapi juga memperkaya warisan budaya bangsa," ujar Wahyudin .
Dalam Buku kumpulan puisi dua bahasa ini, Wahyudin bekolaborasi dengan Taufik ayub penerjemah bahasa daerah.
Dengan upaya ini, diharapkan bahasa daerah akan terus bertahan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas budaya Indonesia, serta dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....