Harapan Masyarakat Disabilitas: Hilangkan Stigma, Wujudkan Kesetaraan

  • 03 Des 2024 22:05 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Nurjannah (43), satu dari sekian penyandang disabilitas di Kota Ternate memiliki sejumlah harapan akan pentingnya perhatian khusus terhadap masyarakat disabilitas. Satu di antara harapan itu adalah persoalan stigma yang masih kental melekat terhadap mereka.

Bagaimana tidak, sejauh ini kata Nurjannah, stigma bahwa disabilitas adalah orang yang tidak memiliki kemampuan lebih seperti orang normal masih tersematkan dalam sudut pandang orang banyak.

"Yang paling utama adalah hilangkan stigma bahwa disabilitas adalah orang yang tidak mampu, tetapi orang yg beraktivitas dengan kendala. Ketika kendala itu dihapus maka muncullah inklusif atau kesetaraan", kata Nurjannah saat dikonfirmasi RRI di kediamannya di Kelurahan Kalumpang, Selasa (3/12/2024).

Tak hanya itu, Nurjannah pun memiliki harapan pendidikan inklusif bagi masyarakat dengan disabilitas. Menurut wanita yang juga pengurus Ikatan Keluarga Disabilitas Makugawene (IKDM) Kota Ternate ini, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang inklusif bagi semua.

Salah satunya adalah pendidikan nonformal, semisal ketersediaan balai vokasi yang ramah dan mendukung difabel mengakses fasilitas di dalamnya secara mudah.

"Penting adanya balai vokasi (dulu BLKI), yang ramah disabilitas agar menambah skil atau kemampuan disabilitas untuk siap terjun di dunia kerja", ujar Nurjannah yang juga memiliki usaha batik berlabel "Mayana Ecoprint" dan UMKM Serba Usaha.

Perihal harapannya itu, ia menginginkan ada peran nyata pemerintah. Pemerintah kata dia, harus memfasilitasi masyarakat disabilitas dengan akses pekerjaan yang layak, termasuk akses kesehatan yang baik bagi mereka.

"Akses kesehatan yang baik dan pusat-pusat terapi yg bisa dijangkau masyarakat disabilitas. Kemudian perbankan yang inklusif agar para pelaku usaha disabilitas mampu berdaya saing dengan pelaku usaha tanpa disabilitas", ucap Nurjannah.

Agar itu dapat terwujud, penting adanya regulasi yang secara khusus memiliki keberpihakan kepada masyarakat disabilitas. Bukan hanya di Kota Ternate, namun regulasi terkait pemenuhan hak-hak disabilitas harus diimplementasikan pada seluruh wilayah di Maluku Utara.

Dia juga menekankan, disabilitas jangan hanya dijadikan sebagai alat atau objek untuk memenuhi pundi-pundi kantong saja. "Disabilitas harus setara dalam berbagai sektor dan mendapatkan haknya dalam berbagai layanan", kata Nurjannah.

Terakhir, pada momen politik yang sedang berlangsung saat ini, dia menggantungkan harapan agar pemimpin daerah yang terpilih kelak dapat memperjuangkan suara-suara mereka.

"Yang akhirnya disabilitas adalah ragam dari berbagai jenis manusia. Harapan baru untuk pemimpin baru, wujudkan Provinsi inklusif berbasis kepulauan", ucap Nurjannah, penuh harap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....